
Impostor Syndrome adalah suatu kondisi psikologis di mana Anda merasa tidak layak, tidak kompeten, dan tidak berhak untuk meraih sukses atau mendapatkan penghargaan atas prestasinya sendiri.
Orang yang mengalami impostor syndrome biasanya sangat kritis terhadap dirinya sendiri dan sering membandingkan dirinya dengan orang lain.
Baca Juga: Tips Mengatasi Rasa Takut Gagal
Sehingga menimbulkan perasaan cemas, stres, depresi yang mana ketiga hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik Anda.
Nah, untuk lebih jelasnya mengenai impostor syndrome ini silahkan baca ulasan berikut sampai akhir.
Definisi Impostor Syndrome
- Pauline Rose Clance dan Suzanne Imes
Menurut Clance dan Imes, impostor syndrome adalah suatu keadaan di mana seseorang merasa seperti penipu atau tidak kompeten dalam situasi tertentu, meskipun ada bukti yang menunjukkan sebaliknya.
- Joan Harvey (2019)
Menurut Harvey, impostor syndrome adalah keadaan di mana seseorang merasa tidak berhak mendapatkan pengakuan atas kinerja yang sudah dicapai. Orang yang mengalami impostor syndrome merasa bahwa mereka belum siap untuk menjadi orang yang kompeten
- Clance dan O’Toole (1988)
Menurut Clance dan O’Toole, impostor syndrome adalah keadaan di mana seseorang merasa bahwa dia tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk melakukan tugas yang diberikan kepadanya.
- Emily Hu (2018)
Menurut Hu, impostor syndrome merupakan keadaan di mana seseorang merasa tidak mampu memenuhi harapan orang lain atau standar yang ditetapkan oleh dirinya sendiri.
- Langford (2021)
Menurut Langford, impostor syndrome merupakan kondisi di mana seseorang merasa tidak pantas mendapatkan kesuksesan yang sudah diraihnya, dan merasa bahwa keberhasilannya hanya hasil kebetulan atau kesalahan orang lain.
- Ghosh (2021)
Menurut Ghosh, impostor syndrome adalah keadaan di mana seseorang merasa tidak pantas atau tidak layak mendapatkan kesuksesan yang sudah diraihnya, dan merasa bahwa keberhasilannya hanya hasil keberuntungan atau kesalahan orang lain.
Faktor yang Melatarbelakangi Impostor Syndrome
Berikut adalah penjelasan mengenai faktor yang melatarbelakangi impostor syndrome, antara lain:
1. Trauma masa lalu
Trauma masa lalu adalah pengalaman atau peristiwa traumatis yang dialami seseorang di masa lalu, seperti kegagalan, pengalaman merasa tidak dihargai, atau pengalaman merasa tidak aman secara emosional atau fisik.
Pengalaman traumatis dapat sangat menakutkan karena trauma melibatkan kejadian yang mengancam keselamatan atau integritas seseorang.
Trauma bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti kecelakaan, kekerasan, atau kehilangan yang menyakitkan, dan sering kali menyebabkan dampak psikologis yang signifikan.
Menurut penjelasan secara biologis, pengalaman traumatis dapat memicu respons “fight or flight” dalam sistem saraf manusia, yang mempersiapkan tubuh untuk bertindak dalam situasi yang berbahaya.
Respons ini melibatkan pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang dapat meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, dan pernapasan, serta mempersiapkan tubuh untuk bertindak cepat dan mempertahankan diri.
Seseorang yang pernah mengalami trauma masa lalu menganggap dirinya tidak cukup baik atau tidak layak untuk mencapai kesuksesan di masa depan.
Anda merasa pengalaman traumatis tersebut adalah bukti bahwa Anda tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi segala tantangan hidup.
2. Lingkungan yang sangat kompetitif
Saat Anda berada di lingkungan yang sangat kompetitif, seperti di tempat kerja atau di lingkungan akademis, membuat Anda berpikir bahwa Anda tidak cukup kompeten untuk bersaing dengan orang-orang sekitar. Sehingga menimbulkan perasaan takut gagal dan merasa tidak pantas untuk mencapai kesuksesan.
3. Kepribadian
Perlu Anda ketahui bahwa ternyata seseorang yang memiliki sifat perfeksionis dan neurotisme juga berisiko terkena impostor syndrome.
Sifat perfeksionis merujuk pada segala sesuatu hal sempurna (membuat target tinggi), sedangkan neurotisme merujuk pada rasa bersalah yang tinggi.
4. Perbandingan
Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain secara perlahan bisa membuat diri Anda semakin merasa gagal dan terpuruk. Setiap ada orang terdekat yang memiliki pencapaian baru, perasaan Anda langsung cemas dan khawatir.
Ciri-Ciri Impostor Syndrome
- Merasa tidak layak atau tidak pantas
- Merasa ragu dengan kemampuannya sendiri
- Takut dianggap sebagai penipu atau pembohong
- Menghindari tantangan atau kesempatan baru
- Selalu membandingkan diri sendiri dengan orang lain dalam artian negatif
- Terus-menerus berusaha untuk menjadi sempurna
Cara Mengatasi Impostor Syndrome
1. Tidak ada yang sempurna
Menetapkan standar yang sangat tinggi untuk diri sendiri bukanlah tindakan bijak. Sadarilah bahwa tidak ada sempurna di dunia ini.
Namun bukan berarti Anda harus menurunkan standar terlalu rendah, yang harus Anda lakukan saat ini adalah melakukan aktivitas atau mengerjakan pekerjaan dengan sebaik mungkin dan bertahap.
Lebih baik Anda memulai segalanya dengan langkah-langkah kecil dibandingkan langsung mengejar hasil yang sempurna.
2. Bercerita dengan orang terpercaya
Berbagai macam pikiran negatif yang terus Anda pendam justru akan membuat kondisi Anda semakin memburuk.
Oleh karena itu cobalah untuk menceritakan segala perasaan dan pikiran Anda pada orang terpercaya tanpa takut merasa dihakimi. Dengan begitu Anda pun bisa melihat pandangan orang tersebut mengenai diri Anda.
Tidak punya seseorang yang Anda percayai? Tulis saja segala keresahan yang Anda rasakan entah di buku catatan atau di ponsel.
Tapi lebih di sarankan Anda menulisnya di buku catatan agar feel nya lebih terasa, sehinggas setiap kali Anda menuliskan segala permasalahan yang dialami rasanya satu persatu masalah terurai begitu saja.
3. Menerima diri sendiri
Yakinkan diri bahwa sebenarnya Anda memang mampu, caranya? Terimalah segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri Anda sendiri mulai sekarang.
Ketika Anda sudah bisa melakukan hal tersebut, maka tidak akan ada lagi namanya muncul perasaan takut akan kegagalan dan penolakan. Perbaiki kekurangan dan maksimalkan kelebihan diri sendiri, bukan malah sebaliknya!
4. Buat daftar tujuan karir
Buatlah daftar pencapaian karir yang Anda inginkan di tahun ini, setelah itu cek kembali kira-kira pencapaian apa saja yang sudah Anda raih sampai hari ini.
Kebiasaan tersebut bisa menyadarkan Anda kalau sebenarnya Anda itu mampu melakukan berbagai pencapaian secara bertahap.
Berikut beberapa langkah dalam membuat tujuan karir:
- Menelaah tujuan karir dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
- Evaluasi keterampilan dan keahlian saat ini.
- Identifikasi peluang karir yang sesuai dengan minat dan keterampilan.
- Tentukan rencana untuk meningkatkan keterampilan dan pendidikan.
- Tetapkan target waktu untuk mencapai tujuan karir.
- Review dan perbarui rencana karir secara berkala.
5. Beri penghargaan untuk diri sendiri
Anda berhasil mencapai keinginan satu per satu? Yuk sesekali berikan penghargaan terhadap diri sendiri. Anggap saja itu bentuk rasa cinta Anda terhadap diri sendiri.
Tidak melulu soal barang mahal, Anda bisa kok melakukan kegiatan menyenangkan seperti menonton film favorit yang sudah lama dinanti, makan-makanan favorit, dan masih banyak lagi.
6. Melatih Mindfulness
Coba Anda pikirkan kembali kapan saja perasaan takut, cemas, khawatir muncul di benak Anda. Setelah itu cari tahu apa penyebab barulah kemudian susun cara untuk mengatasi perasaan negatif tersebut mulai dari melakukan meditasi, berdiam diri, berdoa, atau melakukan kegiatan bermanfaat lainnya.
Sekian!




