Akibat Membangun Bisnis Sekadar Ikut-Ikutan Tren

akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren

Akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren tanpa adanya perencanaan adalah jatuh bangkrut kurang dari 6 bulan. Kadang seseorang masih beranggapan kalau mempunyai bisnis itu sesuatu hal yang menaikkan prestige, untung besar dan memiliki banyak waktu tidak seperti karyawan kantoran. Benarkah demikian?

Nyatanya tidak karena semua butuh proses untuk membangun branding tak semua yang Kamu bayangkan. Teruntuk yang single fighter memulai bisnis tanpa bantuan siapapun, tentu Kamu memiliki banyak peran yang harus dilakoni seperti menjadi admin, kasir, mengurus keluar masuk barang, packaging, marketing, photographer produk hingga admin media sosial.

Rasanya waktu 24 Jam kurang untuk melakukan hal-hal tersebut, waktu istirahat berantakan, jangankan untuk tidur kadang saja single fighter suka telat makan. Kurangnya modal usaha untuk membayar karyawan pun juga menjadi kendala jadi ia memutuskan untuk menghandle semua sendiri.

Baca Juga : Gadai BPKB Motor Jakarta Barat (Proses 2 Jam)

Agar semua orang tahu khususnya target market Kamu mengenai produk atau jasa yang ditawarkan butuh waktu cukup lama, sebenarnya ada cara simple dengan membuat iklan berbayar, endorse ke influencer atau paid promote. Mengenai penjelasan tentang akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren akan dibahas secara lengkap dibawah ini serta cara branding yang jitu agar melekat di benak konsumen yang bisa Kamu terapkan!

Akibat Membangun Bisnis Sekadar Ikut-Ikutan Tren

Tidak ada salahnya mengikuti tren usaha masa kini, namun bukan berarti tanpa persiapan apapun dan hanya mengandalkan uang saja. Sebab modal usaha tidak hanya tentang uang namun kemampuan. Walaupun Kamu memutuskan membangun bisnis dengan teman, tetap Kamu harus terlibat dalam kepengelolaannnya kalau perlu membuat perjanjian hitam diatas putih.

Siapa yang tidak ingin bisnisnya bertahan lama? Kamu tentu mau juga kan? Maka dari itu selain pintar membaca tren perlu juga persiapan lainnya sebab akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren kurang lebih sebagai berikut :

Gulung Tikar

Tren dapat berubah sewaktu-waktu ketika orang-orang sudah merasa bosan maka akan tergantikan dengan tren lain, sekarang jarang ditemukan bisnis kekinian yang dapat bertahan lama resikonya mereka gulung tikar. Dagang dan bisnis serupa tapi tak sama, dagang lebih menekankan pada jangka pendek sedangkan bisnis jangka panjang.

Perang harga juga merupakan salah faktor bisnis gulung tikar atau bangkrut, daripada terus-terusan melakukan hal tersebut kenapa tidak tingkatkan kualitas dan lakukan branding sesuai target market, percayalah diluar sana masih banyak sekali orang yang membutuhkan produk dan jasamu jadi tidak perlu merasa khawatir.

Sudah mengikuti tren perang harga pula wah ini sih sudah masuk ke tahap berbahaya untuk bisnismu. Yuk jadikan pelajaran.

Cara Branding yang Jitu agar Melekat di Benak Konsumen

Setelah kita semua tahu akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren mari kita lanjut membahas cara branding. Branding adalah sebuah tindakan untuk menciptakan sebuah brand atau bisa juga diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk memperkuat dan mempertahankan sebuah brand.

Perlu waktu relatif lama dan proses panjang untuk membangun brandnya, nah untuk Kamu yang serius menekuni dunia bisnis berikut adalah cara branding yang jitu agar melekat di benak konsumen (target market):

Melakukan Riset

Langkah pertama adalah melakukan riset kompetitor dan target market yang serupa dengan bisnismu, Kamu bisa memperoleh informasi terkait bisnis tersebut melalui media sosial, website atau mencoba langsung produk atau jasa mereka. Ini merupakan langkah tercepat untuk melihat kebiasaan, usia dan profesi target market, lakukan teknik ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) agar terhindar dari plagiarisme.

Disadari atau tidak masih sering kita temukan bisnis-bisnis yang dibangun secara asal-asalan hanya mengikuti tren semata lalu mengambil ide atau teknik pemasaran kompetitor tanpa adanya modifikasi.

Nama Brand Harus Unik dan Mudah diingat

Keunikan nama brand agar mudah diingat dan memberikan kesan mendalam adalah suatu komponen yang harus dipikirkan matang-matang karena nama brand juga menentukan lama singkatnya bisnis tersebut bertahan ditengah persaingan hebat apalagi bisnis kuliner. Nama brand haruslah mewakili produk atau jasa yang Kamu tawarkan.

Jangan lupa walaupun unik tetap harus mudah diucapkan, hindari menggunakan nama yang mirip dengan kompetitor agar tidak bermasalah secara hukum. Coba posisikan dirimu sebagai target market dan tes keterbacaan nama merk yang Kamu usulkan, sudah unikkah? Kira-kira apakah mudah diucapkan dan diingat?

Tentukan Pembeda Bisnismu dengan Kompetitor

Konsumen sekarang tentu sangatlah pintar untuk melihat atau merasakan perbedaan dari bisnis A dan bisnis B. Bahkan kalau mereka merasa tidak ada bedanya disitulah tantangan untuk Kamu sebagai owner. Makanya kalau Kamu hanya membangun bisnis secara asal-asalan tanpa perencanaan percayalah dalam hitungan bulan bisnismu akan tutup.

Walaupun menjalankan bisnis di bidang yang sama contoh kuliner ayam pedas buatlah perbedaan dari segi rasa (saos gochujang, saos tartar), kualitas dan pelayanan. Terdengar mudah kan? Namun belum tentu sesuai ekspektasi apalagi single fighter. Kreativitas dan ketelitian 2 hal yang wajib dimiliki oleh Kamu atau karyawan (jika ada).

Buat Tagline yang Representatif dengan Bisnismu

Nama merk/brand mencerminkan produknya maka slogan seolah memberikan penjelasan detail mengenai produk tersebut. Penting memperhatikan pemilihan slogan yang mewakili produk agar semakin diingat orang banyak, contoh tagline: Alfamart belanja puas harga pas.

Desain Logo

Buat sebuah logo yang tidak plagiat, ingat kasus geprek bensu yang sempat viral di berbagai media sosial sampai ke ranah hukum wow ngeri. Dalam pembuatan logo Kamu bebas mencantumkan kata, gambar hingga menjadi satu kesatuan logo. Hal penting lainnya yang tak boleh ketinggalan yaitu pemilihan warna (sebagai identitas branding dan bentuk.

Dalam proses merancang desain logo ada baiknya sesuai filosofi mengapa Kamu memutuskan memilih nama merk dan bentuk logo seperti itu. Sepele memang namun ada arti mendalam dibaliknya. Gunakan jasa agency untuk membantu pembuatan logo bisnis.

Manfaatkan Media Sosial

The power of social media di era sekarang sangat membantu banyak orang untuk membangun branding baik personal atau bisnis. Negara Indonesia selalu masuk ke dalam jajaran netizen terbanyak yang menggunakan media sosial seperti Instagram, twitter, facebook dan tiktok.

Berita apapun sekarang mudah viral secara cepat dalam hitungan detik bahkan Kamu sudah mendapatkan informasi terkini. Momen inilah yang seringkali dimanfaatkan para pebisnis secara maksimal untuk mengembangkan usahanya. Setiap media sosial mempunyai ciri khas dan target market sendiri jadi dalam menyampaikan “pesan” ke target market perlu strategi juga jangan terlalu kaku.

Sekian penjelasan mengenai artikel akibat membangun bisnis sekadar ikut-ikutan tren kali ini, jika Kamu memutuskan untuk membangun bisnis dan butuh modal usaha dalam jumlah besar menggunakan agunan BPKB motor, mobil atau shm silahkan hubungi customer service autogadai.com pengajuan singkat, pelayanan 24 jam, tingkat approval tinggi, tanpa butuh waktu lama serta pencairan besar.

Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *