Cara Menghilangkan Rasa Kantuk Saat Bekerja

Cara Menghilangkan Rasa Kantuk Saat Bekerja

Cara menghilangkan rasa kantuk saat bekerja tiap orang berbeda-beda, mungkin Anda lebih cocok mengonsumsi kafein tetapi belum tentu teman kantor Anda cocok alasannya bisa karena ia memiliki masalah lambung. Sehingga ia harus pintar-pintar mencari cara lain, karena jika tidak maka lama kelamaan membuat performa kerja menurun.

Baca Juga : Cara Mengelola Emosi Negatif Secara Cerdas dan Praktis

Maka dari itu yuk simak beberapa cara menghilangkan rasa kantuk saat bekerja ini, namun sebelumnya Anda harus tahu dulu mulai dari pengertian, alasan hingga diagnosis kantuk.

Pengertian Rasa Kantuk

Kantuk adalah perasaan yang muncul saat seseorang merasa lelah atau ingin tidur. Ini merupakan respon normal dari tubuh Anda yang menandakan bahwa sistem saraf perlu istirahat.

Secara medis kantuk dikenal sebagai somnolens atau hypersomnia kondisi di mana seseorang merasa selalu mengantuk atau tidak dapat tetap terjaga sepanjang hari. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk masalah tidur, masalah kesehatan, atau obat-obatan yang digunakan.

Beberapa kondisi medis penyebab kantuk berlebihan meliputi apnea tidur, insomnia, dan gangguan tidur lainnya.

Jika Anda mengalami kantuk yang berlebihan, disarankan untuk berkonsultasi ke tenaga ahli agar segera cepat ditangani.

Alasan Kenapa Anda Mengantuk Saat Bekerja

  1. Kurang tidur di malam sebelumnya dapat menyebabkan kantuk sepanjang hari. Ini karena tubuh membutuhkan cukup waktu tidur untuk meregenerasi dan mereset.
  2. Ritme tidur yang tidak teratur menyebabkan gangguan dalam produksi hormon melatonin sehingga dapat menyebabkan kantuk di siang hari.
  3. Gangguan tidur seperti insomnia atau apnea tidur dapat membuat kualitas tidur buruk dan kantuk di siang hari.
  4. Mengonsumsi obat-obatan yang dapat menyebabkan kantuk, rasa kantuk yang Anda rasakan itu merupakan efek samping.
  5. Kebiasaan buruk seperti menatap layar sebelum tidur menyebabkan gangguan dalam produksi melatonin membuat kualitas tidur
  6. Stres atau kelelahan mental bisa mengakibatkan rasa kantuk di siang hari karena tubuh mengalami kelelahan luar biasa.

Cara Menghilangkan Rasa Kantuk Saat Bekerja

  1. Cukup tidur sebelum bekerja, Hal ini sangat penting karena kurang tidur menyebabkan rasa kantuk dan kelelahan berlebihan selama bekerja. Usahakan untuk tidur sekitar 7-9 jam setiap malam.
  2. Minum kopi atau minuman yang mengandung kafein, Kafein dapat membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa kantuk. Namun, jangan terlalu banyak
  3. Melakukan olahraga atau aktivitas fisik sebelum bekerja. Olahraga atau aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa kantuk. Cobalah untuk melakukan olahraga ringan seperti jogging, bersepeda, atau berjalan-jalan sebelum bekerja.
  4. Pastikan ruangan kerja Anda sejuk dan segar (udara cukup) serta menjaga suhu ruangan agar tetap nyaman.
  5. Menghindari makan berat atau makan terlalu malam dapat menyebabkan rasa kantuk dan kelelahan selama bekerja. Usahakan untuk makan siang yang sehat dan cukup waktu sebelum bekerja.
  6. Beberapa orang lebih produktif pada siang hari, sementara yang lain lebih produktif pada malam hari. Cobalah untuk menentukan waktu produktivitas Anda.
  7. Hindari menonton televisi atau menggunakan perangkat elektronik 1 jam sebelum tidu
  8. Mempraktikkan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk menenangkan pikiran dan tubuh sehingga Anda dapat lebih mudah tidur dan mengurangi rasa kantuk selama bekerja.

Apakah Kopi Bisa Mengurangi Rasa Kantuk?

Kopi bisa membantu mengurangi rasa kantuk karena kandungan kafein di dalamnya. Kafein adalah zat psikoaktif yang berfungsi meningkatkan aktivitas saraf pusat dan meningkatkan fungsi kognitif. Saat kafein masuk ke dalam tubuh, ia akan menghambat enzim yang disebut fosfodiesterase yang bertanggung jawab untuk mengurai adenosin, yaitu neurotransmiter yang membuat kita merasa lelah.

Selain itu, kafein juga meningkatkan produksi dopamin dan norepinefrin, yaitu neurotrasmiters yang bertanggung jawab untuk membuat kita merasa lebih terjaga dan fokus.

Penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein bisa memperbaiki fungsi kognitif, seperti ingatan, konsentrasi dan pemecahan masalah, serta meningkatkan kinerja fisik, seperti kecepatan reaksi dan daya tahan.

Namun, perlu diingat bahwa efek dari kafein berbeda-beda pada setiap individu, tergantung dari toleransi dan sensivitas.

Sebagai catatan, kopi yang diperoleh dari biji kopi yang di peras dan di bakar juga mengandung antioksidan yang membantu meningkatkan kesehatan jantung dan proses penurunan berat badan. Namun jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak bisa membuat jantung berdebar-debar dan tidak nyaman.

Risiko Jika Anda Kurang Tidur

  1. Kurang tidur meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
  2. Meningkatkan risiko diabetes tipe 2 karena dapat mengganggu metabolisme glukosa.
  3. Kurang tidur bisa meningkatkan risiko obesitas karena mengubah hormon yang mengatur nafsu makan.
  4. Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
  5. Risiko depresi karena mengubah keseimbangan hormon yang mempengaruhi suasana hati.
  6. Kurang tidur bisa menyebabkan kelelahan fisik dan mental, sehingga produktivitas
  7. Menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi.
  8. Menurunnya kinerja otak sehingga menyebabkan masalah memori dan konsentrasi.
  9. Risiko penuaan dini dan meningkatkan produksi radikal bebas.
  10. Meningkatkan risiko kecanduan alkohol dan obat-obatan.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda merasa kantuk terus-menerus, maka ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk pergi ke dokter.

Pertama, pastikan bahwa Anda mencoba untuk tidur yang cukup setiap malam dan menjaga rutinitas tidur yang konsisten. Jika Anda masih merasa kantuk setelah melakukan ini, maka Anda mungkin perlu pergi ke dokter.

Kedua, perhatikan apakah ada gejala lain yang menyertai rasa kantuk Anda, seperti sakit kepala, lelah, atau sulit berkonsentrasi. Jika Anda memiliki gejala yang disebutkan, maka pergi ke dokter adalah pilihan tepat.

Ketiga, Bila Anda memiliki riwayat kesehatan seperti masalah tiroid atau anemia. Segeralah menghubungi tenaga ahli.

Keempat, jika Anda merasa mengalami kantuk berlebihan selama berbulan-bulan, dan tidak dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain, Anda harus segera pergi ke dokter untuk memastikan bahwa tidak ada masalah.

Diagnosis Kantuk

Dokter akan dapat mengevaluasi kondisi Anda dan memberikan saran yang sesuai untuk mengatasi masalah kantuk Anda dengan melakukan serangkaian tes dan pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis kantuk pada pasien. Proses ini meliputi beberapa langkah :

  1. Wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui riwayat kesehatan pasien, gejala yang dirasakan, dan faktor risiko yang mungkin terkait dengan kantuk. Gejala yang ditanyakan meliputi, rasa lelah, kesulitan tidur, atau perubahan dalam pola tidur.
  2. Pemeriksaan fisik, termasuk pemeriksaan telinga, hidung, tenggorokan, dan mata, untuk mengeliminasi penyakit lain penyebab
  3. Tes darah dan urin untuk mengecek kadar hormon, glukosa, atau elektrolit yang abnormal penyebab
  4. Tes tidur seperti polysomnography atau tes multiple sleep latency test (MSLT) untuk mengevaluasi kualitas tidur pasien dan mencari tanda-tanda gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau sindrom kantuk di siang hari.
  5. Pengukuran aktivitas seperti actigraphy yang mencatat aktivitas pasien selama sehari-hari untuk membantu menentukan apakah pasien cukup tidur.

Setelah melakukan semua tes dan pemeriksaan, dokter akan mengumpulkan semua informasi yang diperoleh dan menggunakannya untuk menegakkan diagnosis serta merekomendasikan perawatan yang sesuai. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *