Fomo Adalah : Penyebab, Karakteristik dan Cara Mengatasi

Fomo Adalah

Fomo adalah sindrom yang sedang marak terjadi, terdapat beragam penyebab, karakteristik, bahaya, serta cara mengatasinya.

Baca Juga : Cara Berhenti Menjadi People Pleaser

Supaya Anda lebih paham lagi mengenai sindrom FOMO ini, yuk kita simak penjelasannya berikut.

Fomo Adalah

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out merupakan perasaan takut tertinggal yang umumnya berasal dari sesuatu yang sedang tren.

Perlu Anda tahu kalau FOMO ini dapat menyerang siapa saja baik tua, muda, perempuan, atau pun laki-laki.

Istilah FOMO atau Fear of Missing Out pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan bernama Dr. Andrew K. Przybylski pada tahun 2013.

Penyebab Fomo

FOMO (Fear of Missing Out) dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:

1.   Tekanan sosial

Salah satu faktor yang dapat memicu FOMO adalah persepsi individu tentang apa yang dianggap penting oleh lingkungan sekitarnya sehingga mengakibatkan tekanan sosial.

Tekanan sosial adalah kekuatan yang merangsang individu untuk berperilaku sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial yang ada di lingkungan.

2.   Media sosial

Media sosial bisa menjadi penyebab utama terjadinya FOMO. Melalui media sosial, Anda bisa melihat kehidupan orang lain yang tampak sangat menyenangkan dan menarik, seperti foto-foto liburan, pesta, atau aktivitas lainnya yang menarik perhatian.

Situasi demikian membuat Anda merasa tertinggal dan cemas karena merasa tidak ikut merasakan pengalaman tersebut.

Padahal orang-orang di media sosial hanya memperlihatkan gambaran yang tidak realistis atau terlalu idealis.

3.   Perasaan rendah diri

Melansir dari situs theasianparents.com seseorang dengan self esteem rendah akan rentan terkena sindrom FOMO.

Saat melihat oranglain bahagia maka rasa cemas yang timbul di alam bawah sadar Anda akan muncul membuat Anda sering membandingkan diri dengan oranglain.

Tidak ada untungnya kalau Anda terus-terusan membandingkan diri sendiri dengan oranglain, lebih baik Anda fokus melakukan hal-hal yang membuat Anda bahagia dan merasa di hargai.

Mulailah mengoptimalkan segala kelebihan yang dimiliki dan meminimalisir kekurangan diri sendiri.

4.   Kesulitan membuat keputusan

FOMO dapat membuat Anda sulit mengambil keputusan karena khawatir bahwa jika tidak memilih opsi tertentu, maka Anda akan kehilangan sesuatu yang penting atau menarik.

Alhasil, Anda terjebak dalam analisis berlebihan dan ujung-ujungnya Anda tidak memutuskan apa-apa atau memilih opsi yang tidak sepenuhnya memuaskan.

5.   Kebutuhan akan validasi oranglain

Dalam konteks FOMO, kebutuhan akan validasi dapat memainkan peran penting dalam memicu kecemasan dan ketakutan bahwa seseorang akan kehilangan momen atau kesempatan penting jika tidak terlibat dalam setiap aktivitas.

Untuk mengatasi kebutuhan akan validasi, Anda bisa membangun rasa percaya diri, serta belajar mengevaluasi apa yang benar-benar penting, dan memprioritaskan aktivitas yang sesuai dengan nilai-nilai pribadi.

6.   Lingkungan kerja yang kompetitif

Lingkungan kerja yang kompetitif adalah situasi di mana orang-orang yang bekerja di dalamnya bersaing satu sama lain untuk mencapai tujuan individu atau tujuan perusahaan.

Kondisi demikian bisa menciptakan tekanan dan persaingan di antara karyawan, sehingga memicu FOMO.

Anda mungkin berpikir bahwa wajib hukumnya mengikuti semua perkembangan terbaru terkait ranah pekerjaan.

Penting untuk dicatat bahwa lingkungan kerja yang kompetitif dapat berbeda-beda untuk setiap individu.

Beberapa orang mungkin merasa termotivasi oleh lingkungan kerja yang kompetitif, sementara yang lain mungkin merasa stres dan tertekan.

Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memperhatikan kebutuhan dan preferensi individu dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif.

Karakteristik Fomo

  1. Tidak dapat jauh dari gadget
  2. Lebih tertarik dengan dunia maya (media sosial) dibandingkan dunia nyata
  3. Selalu merasa penasaran dengan informasi atau berita terbaru
  4. Rela mengeluarkan uang demi mengikuti tren kekinian
  5. Ingin diakui di media sosial

Bahaya Fomo

Tahukah Anda kalau FOMO itu tidak hanya mempengaruhi hubungan sosial namun juga finansial bahkan kesehatan jiwa. Kok bisa? Berikut penjelasan selengkapnya.

1.   Hubungan Sosial

Orang yang FOMO memiliki kecendrungan untuk meremehkan selera orang lain, parahnya lagi mereka sulit untuk berkomunikasi dengan orang di dunia nyata karena terlalu fokus dengan dunia maya.

2.   Finansial

Demi memuaskan ego, seseorang bisa melakukan hal-hal di luar akal sehat yang menghabiskan budget besar. Maka dari itu tak heran kalau orang dengan sindrom FOMO mengalami kesulitan finansial.

3.   Kesehatan Jiwa

Takut kehilangan momen, membuat orang dengan sindrom FOMO cenderung memposting pengalaman positif.

Perasaan takut yang lama kelamaan tumbuh menjadi perasaan cemas bahkan depresi mengakibatkan kesehatan mental dan fisik Anda terganggu.

Cara Mengatasi Fomo

1.   Menulis jurnal harian

Tuangkan segala pikiran dan perasaan Anda di sebuah kertas guna mengurangi depresi dan kecemasan sehingga kualitas hubungan sosial antar manusia meningkat. Supaya jurnal harian Anda terlihat lebih cantik dan menarik silahkan tambahkan foto atau dekorasi unik.

2.   Menikmati proses

Nikmatilah segala proses yang terjadi dalam hidup Anda, mulai dari bangun pagi hingga kembali beristirahat.

Bangun pikiran positif bahwa yang Anda lakukan setiap harinya merupakan sebuah berkat bukan kewajiban.

Mengapa demikian? Tujuannya agar Anda tidak merasa terbebani akan hal-hal yang belum didapatkan.

3.   Mengurangi penggunaan media sosial

Salah satu penyebab Anda menjadi FOMO tak lain karena media sosial, sehingga tanpa di sadari Anda telah terbius untuk melakukan hal-hal yang sedang tren.

Maka dari itu Anda harus membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan media sosial misalnya, 2 jam sehari dengan cara memasang timer atau pewaktu aplikasi kemudian alihkan seluruh perhatian Anda ke kegiatan yang jauh lebih bermanfaat.

4.   Memfilter konten

Sebaiknya filter atau saring seluruh konten media sosial atau youtube Anda sekarang juga sebab seluruh konten yang tonton dan nikmati sangat berpengaruh terhadap pola pikir.

Melansir dari lamam hellosehat.com menyaring, memblokir, atau menyembunyikan konten media sosial yang sekiranya tidak bermanfaat bisa mengurangi FOMO.

Ubahlah setingan media sosial atau youtube Anda dengan konten positif, bermanfaat, dan menyenangkan.

5.   Lebih fokus pada pengalaman

Selalu iri melihat pencapaian oranglain sehingga lupa bahwa Anda sendiri juga memiliki kehidupan yang harus dijalani.

Biasanya yang membuat Anda iri tidak jauh dari rumah, kendaraan, atau gadget keren. Padahal sebenarnya Anda pun memiliki pengalaman, pencapaian, koneksi, dan lain sebagainya.

Mengapa Anda tidak berusaha menikmati hal-hal tersebut? Dengan begitu Anda akan terhindar dari FOMO.

6.   Menggali potensi diri

Terus belajar dan menggali potensi guna menaikan value yang ada pada diri sendiri sehingga Anda terhindar dari FOMO. Anda pun akan berpikir bahwa melakukan hal-hal kurang berguna hanya membuang waktu dan energi karena tidak ada satu pun manfaat yang didapatkan.

7.   Bersyukur

Sedikit terasa klise, namun memang bersyukur membuat hidup Anda jauh lebih tenang dan jauh dari pemikiran negatif akan pencapaian oranglain.

Setiap Anda merasa iri dengan kehidupan atau pencapaian oranglain segeralah alihkan ke hal positif.

Jadi, mulai sekarang Anda tidak perlu merasa cemas apalagi khawatir saat merasakan FOMO, setuju? Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *