Metode STAR Adalah : Pengertian, Alasan serta Keuntungannya!

Metode STAR Adalah

Metode STAR adalah salah satu teknik yang digunakan dalam wawancara kerja untuk membantu rekruter memahami dan mengevaluasi keterampilan dan pengalaman calon karyawan.

Baca Juga : Gadai BPKB Motor Proses Cepat 1 Hari

STAR adalah singkatan dari Situation, Task, Action, dan Result, yang mengacu pada empat elemen kunci yang harus dijelaskan oleh kandidat secara detail dan sejelas mungkin.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara rinci tentang metode STAR. Mari langung saja kita simak penjelasan selengkapnya!

Metode STAR Adalah

Metode STAR adalah metode yang sangat populer digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dan terkenal di dunia, seperti Microsoft, IBM, dan Procter & Gamble.

Metode STAR menggantikan metode wawancara tradisional yang hanya mengajukan pertanyaan umum tentang keterampilan dan pengalaman, tetapi tidak mengevaluasi bagaimana kandidat menghadapi situasi tertentu atau melakukan tugas-tugas yang spesifik.

Dengan menggunakan metode STAR, rekruter dapat memahami bagaimana kandidat menyelesaikan masalah, beradaptasi terhadap tantangan, dan mencapai hasil yang diinginkan dalam situasi yang spesifik.

Mengapa Harus Menggunakan Metode STAR?

  1. Mengurangi kecenderungan untuk memberikan jawaban yang bersifat spekulatif. Kandidat akan diminta untuk memberikan contoh konkret dari situasi kerja yang mereka hadapi. Mulai dari tugas yang harus mereka selesaikan hingga hasil yang dicapai.
  2. Meningkatkan konsistensi dan obyektivitas dalam proses wawancara. Pewawancara bisa mengajukan pertanyaan yang sama kepada semua kandidat, sehingga memastikan bahwa semua kandidat diberi kesempatan untuk menunjukkan keterampilan dan pengalaman yang dimiliki.
  3. Mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan. Pewawancara bisa mengevaluasi kandidat berdasarkan contoh konkret dari situasi kerja yang mereka hadapi.
  4. Memungkinkan pelamar untuk mempersiapkan diri dengan baik. Mengacu pada fakta bahwa penggunaan metode STAR dalam wawancara kerja “memaksa” Anda untuk mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, Anda juga bisa mengasah keterampilan storytelling dan komunikasi sebelum wawancara berlangsung.
  5. Terakhir, karena metode STAR bisa meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses wawancara di mana pewawancara bisa mengajukan pertanyaan yang spesifik dan terarah kepada kandidat. Sehingga tidak membuang-buang waktu yang berharga.

Contoh Pertanyaan Metode STAR

Berikut adalah contoh pertanyaan metode STAR:

  • Situasi: Bisakah Anda memberikan contoh situasi ketika Anda harus mengatasi masalah berat di tempat kerja?
  • Tindakan: Apa tindakan konkret yang Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut?
  • Hasil: Apa hasil yang dicapai dari tindakan Anda?
  • Refleksi: Jika Anda bisa melakukan sesuatu berbeda dalam situasi ini, apa yang akan Anda lakukan?

 

  • Situasi: Bisakah Anda memberikan contoh situasi ketika Anda memiliki pendapat yang berbeda dengan atasan atau rekan kerja?
  • Tindakan: Bagaimana Anda mengungkapkan pendapat dengan baik dan memberikan argumen yang kuat?
  • Hasil: Apa hasil yang dicapai dari pendapat Anda?
  • Refleksi: Apa yang Anda pelajari dari situasi ini dan apa yang akan dilakukan jika menghadapi situasi serupa di masa depan?

Dengan menggunakan metode STAR, perekrut dapat memahami bagaimana calon karyawan menyelesaikan masalah, mengelola konflik, bekerja dengan orang lain, dan membuat keputusan yang penting.

Keuntungan Metode STAR

1.   Terstruktur

Dengan metode STAR, Anda dapat memberikan jawaban yang lebih terstruktur, fokus, dan mudah dipahami oleh pewawancara. Ini akan membantu pewawancara atau rekruter untuk memahami secara jelas kemampuan, pengalaman, dan kualifikasi yang Anda miliki.

2.   Menilai kandidat secara objektif

Saat melakukan proses wawancara, pewawancara atau rekruter akan meminta kandidat untuk memberikan contoh konkret tentang pengalaman kerja mereka sebelumnya.

Hal tersebut untuk memudahkan pewawancara atau rekruter ketika membuat keputusan supaya terlihat lebih objektif berdasarkan keterampilan dan kemampuan kandidat yang dimiliki dengan posisi yang dilamar bukan sekadar pertanyaan umum yang jawabannya pun abstrak.

3.   Memperoleh informasi yang lebih rinci

Wawancara dengan teknik metode STAR akan jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan metode wawancara tradisional karena jawabannya sangat umum, membuat pewawancara kurang bisa melihat kemampuan serta pengetahuan kandidat terkait bidang kerja yang mereka lamar.

Sedangkan metode STAR yang terdiri dari empat elemen kunci mampu melihat menggambar kemampuan kandidat secara lebih rinci.

4.   Mengurangi kesalahan dalam memilih kandidat

Biasanya ada 2 tahapan wawancara yang harus dilalui oleh Anda selaku kandidat atau pelamar yaitu wawancara rekruter dan wawancara user.

Nah, demi meminimalisir risiko atau kesalahan dalam memilih kandidat penggunaan metode STAR dalam proses wawacara sangat memudahkan pewawancara (rekruter atau user) untuk melihat apakah calon kandidat benar-benar sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.

5.   Meningkatkan kualitas rekrutmen

Dalam jangka panjang, metode STAR dapat membantu meningkatkan kualitas rekrutmen dengan memastikan bahwa karyawan yang direkrut memiliki kemampuan dan keterampilan yang tepat.

Hal ini bisa membantu perusahaan untuk menghindari kesalahan perekrutan dan memperkuat tim kerja dengan karyawan yang lebih berkualitas.

6.   Mengurangi bias dalam proses rekrutmen

Bias dalam proses rekrutmen bisa terjadi ketika pewawancara memiliki preferensi pribadi atau prasangka yang tidak terkait dengan kemampuan atau keterampilan kandidat.

Hal ini menyebabkan pewawancara memilih kandidat berdasarkan faktor-faktor yang tidak relevan, seperti gender, agama, atau latar belakang sosial.

Mengurangi bias dalam proses rekrutmen juga membantu perusahaan untuk merekrut karyawan yang lebih beragam dan inklusif, guna meningkatkan inovasi dan kreativitas di tempat kerja.

Tips sebelum melaksanakan wawancara kerja

1.   Riset perusahaan

Pelajari sebanyak mungkin tentang perusahaan tempat Anda akan melamar. Kunjungi situs web perusahaan, baca profil perusahaan, dan cari tahu tentang produk atau layanan yang mereka tawarkan.

Dengan mengetahui lebih banyak tentang perusahaan, Anda akan bisa menunjukkan bahwa Anda serius dan tertarik pada perusahaan tersebut.

2.   Pelajari posisi yang Anda lamar

Baca deskripsi pekerjaan dengan cermat dan pastikan bahwa Anda benar-benar memahami jobdesk posisi yang dilamar.

Jadi ketika user meminta Anda untuk mengerjakan tes secara praktikal, Anda tidak akan merasa bingung lagi apalagi kalau posisi di perusahaan sebelumnya masih relevan.

3.   Persiapkan pertanyaan

Buatlah daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan tentang posisi atau perusahaan. Pertanyaan tersebut dapat membantu Anda memahami lebih lanjut tentang perusahaan secara mendalam baik dari segi budaya kerja, penggajian, dan lain sebagainya.

4.   Latihan wawancara

Supaya Anda tidak merasa canggung atau cemas ketika menghadapi pewawancara lakukan latihan di hari sebelumnya baik dengan teman, keluarga, atau melakukannya seorang diri di depan cermin.

5.   Pilih pakaian yang sesuai

Pakaian juga sangat mempengaruhi rasa percaya diri Anda saat melakukan wawancara, supaya Anda merasa nyaman pilihlah pakaian yang casual namun sopan.

6.   Datang lebih awal

Datanglah lebih awal dan manfaatkan waktu yang tersisa untuk mempersiapkan diri menjawab seluruh pertanyaan yang akan dilontarkan oleh pewawancara.

7.   Bawa dokumen penting

Tips terakhir adalah bebelum berangkat untuk wawancara periksa kembali dokumen penting yang harus dibawa keesokan harinya. Jangan sampai ada dokumen penting yang tertinggal di rumah, karena akan sangat merepotkan.

Jadi sudah berapa persenkah persiapan wawancara Anda? Semoga pembahasan artikel kali ini terkait metode STAR bisa membantu Anda para pencari kerja, jangan menyerah dan tetap semangat!

Untuk Anda yang memang tertarik membuka usaha dan butuh modal tambahan, bisa silakan hubungi customer service Autogadai, silakan klik tautan berikut.

Pinjaman modal untuk membuka usaha (BPKB Motor)

Pinjaman modal untuk membuka usaha (BPKB Mobil)

Pinjaman modal untuk membuka usaha (Sertifikat Rumah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *