
Strategi Lead Generation. Anda mungkin sudah menyadarinya, jika Anda membangun suatu bisnis maka butuh usaha lebih untuk mengenalkannya ke masyarakat terutama target market.
Ketika bisnis Anda perlahan mulai di kenal oleh banyak orang, jangan cepat berpuas diri masih ada hal lain yang harus Anda lakukan untuk mengubah mereka menjadi pembeli atau pengguna jasa.
Baca Juga : Cara Membuat SOP yang Baik dan Efektif
Bagaimana caranya?
Dengan menggunakan strategi lead generation sebuah cara yang ditempuh untuk menarik target market untuk menjadi leads (berpotensi menjadi pembeli atau konsumen). Untuk penjelasan lengkapnya mari simak artikel ini sampai akhir!
Definisi Lead
Dalam dunia bisnis akan banyak istilah yang Anda temukan salah satunya adalah strategi lead generation. Menurut Hubspot lead adalah orang yang memiliki ketertarikan pada produk atau jasa yang ditawarkan brand.
Sederhananya, lead merupakan orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap brand yang kita miliki. Nah untuk mendapatkannya dibutuhkan lead generation agar konsumen potensial dapat berubah menjadi pelanggan.
Lead sendiri terdiri dari empat macam, antara lain :
- Marketing Qualified Lead (MQL)
Marketing qualified lead adalah orang yang tertarik atau memiliki ketertarikan dengan produk sehingga secara tidak sadar mendaftarkan diri, berlangganan newsletter namun belum sampai pada tahap membeli.
Dibanding jenis lead lain (akan dibahas pada poin selanjutnya) MQL ini adalah kelompok yang paling siap di konversi mnejadi pelanggan.
Untuk meningkatkan MQL ada 4 cara yang bisa dilakukan seperti melihat perilaku pengunjung, meminta feedback, lihat tren tertentu dan bandingkan dengan kompetitor.
- Sales Qualified Lead (SQL)
Selanjutnya adalah SQL, dimana orang-orang sudah sangat jelas menunjukkan ketertarikan menjadi pelanggan brand Anda dan bersedia membayar produk atau jasa yang ditawarkan. Fungsi lain dari SQL yaitu untuk mengetahui strategi apa saja yang berhasil digunakan.
Terdapat 3 cara mendapatkan SQL, antara lain :
- Menggunakan long-tail keyword
- Memahami apa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan
- Memberikan penawaran terbaik (free trial atau ebook free)
- Product Qualified Lead (PQL)
Produk Qualified Lead (PQL) merupakan tahapan penting dalam proses penjualan karena menandakan bahwa calon pelanggan telah siap membeli produk atau layanan yang ditawarkan.
Calon pelanggan biasanya sudah menunjukkan minat yang kuat terhadap produk atau layanan selain itu PQL juga sudah memenuhi kriteria pelanggan yang telah ditetapkan perusahaan seperti tingkat pendapatan, lokasi atau tipe bisnis dan lain-lain.
- Service Qualified Lead (SQL)
SQL dan PQL sifatnya hampir sama, kesamaannya yaitu orang-orang sudah mencoba produk atau layanan gratis yang ditawarkan sehingga mereka tertarik mendapatkan fitur lengkapnya secara premium.
Seorang marketer harus pintar-pintar mengemas promosi menggunakan kalimat yang sopan, menarik perhatian dan ramah agar tidak terkesan memaksa.
Dulu untuk mengumpulkan lead harus menghubungi melalui telepon atau email sedangkan sekarang sudah banyak platform yang dapat digunakan seperti media sosial. Kecanggihan teknologi memang sangat membantu banyak orang termasuk para pemilik bisnis.
Mengapa Strategi Lead Generation Penting?
Strategi lead generation penting karena membantu perusahaan menemukan calon pelanggan potensial yang akan tertarik menggunakan produk atau jasa yang mereka tawarkan. Strategi tersebut bisa membantu perusahaan meningkatkan penjualan dan mengukur efektivitas pemasaran mereka.
Selain itu juga membantu perusahaan mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan potensial, meningkatkan kepercayaan mereka dan mengarahkannya untuk mengambil tindakan seperti mengklik tautan atau membeli produk dengan begitu perusahaan berhasil mencapai tujuan bisnis.
Berikut adalah macam-macam strategi lead generation yang dapat Anda terapkan dalam bisnis :
- Menggunakan teknik SEO (Search Engine Optimization) untuk membuat website Anda mudah ditemukan oleh calon pelanggan di mesin pencari seperti Google. Dengan begitu, Anda bisa meningkatkan traffic ke website Anda dan meningkatkan peluang untuk mendapatkan lead.
- Menggunakan teknik content marketing untuk membuat konten yang menarik dan bermanfaat bagi calon pelanggan. Anda bisa membuat artikel blog, infografis, atau video yang berkaitan dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan, dan berikan tautan ke website Anda di dalam konten tersebut. Dengan begitu, calon pelanggan yang tertarik dengan konten Anda akan dengan mudah menemukan website Anda dan menjadi lead.
- Menggunakan iklan di media sosial seperti Facebook, Instagram, atau LinkedIn untuk menjangkau calon pelanggan yang sesuai dengan target market Anda. Anda bisa membuat iklan yang menarik dan menargetkan orang yang memiliki kebutuhan atau minat yang sesuai dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.
- Menggunakan email marketing untuk mengirimkan pesan promosi atau informasi penting kepada calon pelanggan yang sudah masuk ke dalam database. Pastikan untuk mengirimkan email yang berkualitas dan tidak spam agar calon pelanggan tidak mengabaikan email Anda dan tetap tertarik dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan.
- Mengadakan kompetisi atau give away gratis untuk menarik perhatian dan mengumpulkan informasi kontak dari calon pelanggan potensial.
Tahap Lead Generation
Dibawah ini adalah beberapa tahap lead generation yang perlu Anda tahu, yakni :
- Mendapatkan Lead
Proses awal dari lead generation adalah mengundang lead ke situs website bisnis Anda dengan membuat konten-konten menarik yang di upload ke berbagai media sosial dalam berbagai bentuk seperti blog post, infografik, ebook, video dan lain-lain sesuaikan dengan bisnis dan tipe audiens.
Maksimalkan media sosial sebaik mungkin, ketika lead tertarik dengan konten bisnis yang dibuat arahkan mereka untuk mengisi form atau melakukan sign up untuk mendapatkan kontak mereka.
- Membangun Hubungan
Selanjutnya adalah bangun hubungan dengan lead setelah mendapatkan kontak mereka dengan mengirimkan konten atau info terkait bisnis. Bangun hubungan yang dipersonalisasi untuk membuahkan hasil optimal dan tetaplah konsisten. Butuh kesabaran ekstra untuk mengubah lead menjadi pelanggan atau konsumen estimasi sekitar 1 bulan – 12 bulan.
- Memberikan Penilaian
Melakukan penilaian lead sangat penting untuk dilakukan guna memahami mana yang lebih di prioritaskan dibandingkan yang lain. Lead yang sering berinteraksi dengan bisnis Anda memiliki nilai lebih dan berpotensi menjadi pelanggan.
- Sampaikan Lead ke Tim Sales
Untuk mendapatkan lead, mempertahankan ketertarikan, membangun hubungan agar semakin tertarik untuk membeli atau membayar adalah tugas bagian marketing.
Barulah setelah itu tugas tim sales yang berfokus untuk menggerakan minat lead agar terkonversi menjadi pelanggan dengan cara follow up. Setelah lead sudah terkonversi menjadi pelanggan maka untuk mempertahankan mereka dari waktu ke waktu adalah tugas tim sales.
- Lakukan Evaluasi
Tahap terakhir adalah evaluasi untuk memastikan keefektifan lead generation mulai dari mendapatkan lead, membangun hubungan hingga mengkonversinya menjadi pelanggan tetap. Ingat, lead generation bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan kesuksesan bisnis.
Baca Juga : Butuh Pinjaman Uang Mendesak Proses 2 Jam? (Ajukan Disini)
Itulah beberapa informasi terkait dengan lead generation semoga bermanfaat, jangan lupa untuk bagikan ke seluruh media sosial Anda.
Jika Anda terkendala butuh dana mendesak atau modal usaha bisa silahkan menghubungi Customer Service Autogadai dan dapatkan dana tunainya hari ini juga!




