Keuntungan dan Kerugian Rumah Subsidi

keuntungan dan kerugian rumah subsidi

Keuntungan dan Kerugian Rumah Subsidi. Sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat, pemerintah menawarkan program perumahan subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga : Konseling Pernikahan untuk Atasi Masalah Rumah Tangga

Namun, sebagaimana halnya dengan kebijakan lainnya, rumah subsidi memiliki keuntungan dan kerugian yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membelinya.

Berikut adalah ulasan lengkap mengenai definisi, sistem hingga keuntungan dan kerugian dari rumah subsidi.

Definisi

Rumah subsidi adalah rumah yang dibangun oleh pemerintah atau pihak swasta dengan tujuan untuk memberikan akses kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah atau menengah untuk memiliki rumah sendiri.

Sistem Rumah Subsidi

Sistem rumah subsidi adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat dengan penghasilan rendah atau menengah agar bisa memiliki rumah yang layak huni dengan harga terjangkau.

Program ini dilakukan melalui berbagai program perumahan seperti rusunawa, rusunami, dan perumahan subsidi. Rumah subsidi merupakan salah satu bentuk program perumahan yang diberikan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat.

Dalam sistem rumah subsidi, ada beberapa pihak yang terlibat seperti pemerintah, pengembang perumahan, dan calon pembeli.

Pemerintah berperan dalam menyediakan lahan, memberikan subsidi dan regulasi untuk pembangunan rumah subsidi.

Pengembang perumahan adalah pihak yang membangun rumah subsidi dan menjualnya kepada calon pembeli. Calon pembeli adalah masyarakat termasuk Anda yang ingin memiliki rumah dengan harga terjangkau.

Berikut adalah penjelasan singkat mengenai program perumahan dari pemerintah :

  • Rusunawa

Rusunawa adalah rumah susun yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal. Rusunawa biasanya terdiri dari beberapa lantai dan memiliki beberapa unit rumah yang terdiri dari satu atau beberapa kamar. Rusunawa seringkali diperuntukkan bagi keluarga dengan penghasilan rendah.

  • Rusunami

Rusunami adalah rumah susun sederhana bersubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat dengan penghasilan menengah. Rusunami biasanya dibangun di lokasi strategis dan memiliki fasilitas yang cukup lengkap seperti taman, tempat bermain anak, dan tempat ibadah. Harga rusunami lebih terjangkau karena pemerintah memberikan subsidi.

  • Perumahan Subsidi

Perumahan subsidi adalah perumahan yang dibangun oleh pengembang perumahan dengan bantuan subsidi dari pemerintah. Perumahan subsidi seringkali memiliki fasilitas yang lengkap seperti taman, tempat bermain anak, dan tempat ibadah.

Proses Pembelian Rumah Subsidi

Proses pembelian rumah subsidi bisa berbeda-beda tergantung dari program perumahan yang ditawarkan. Namun, secara umum, proses pembelian rumah subsidi meliputi beberapa tahap seperti:

1.    Pendaftaran

Anda harus mendaftarkan diri terlebih dahulu pada program perumahan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pendaftarannya pun dapat dilakukan secara online atau Anda bisa langsung ke kantor program peruamah.

2.    Seleksi

Setelah melakukan pendaftaran, Anda akan menjalani proses seleksi. Seleksi dilakukan untuk menentukan siapa saja yang berhak membeli rumah subsidi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Kriteria tersebut bisa berupa tingkat penghasilan, status rumah tangga, dan beberapa faktor lainnya.

3.    Pengajuan KPR

Setelah dinyatakan lolos seleksi, Anda wajib mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah di bank tertentu. KPR ini bertujuan untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan agar bisa membeli rumah subsidi.

4.    Pembelian

Setelah KPR disetujui, Anda bisa melakukan pembayaran atau mengangsur pembayaran rumah subsidi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah pembayaran selesai dilakukan, Anda akan mendapatkan sertifikat hak milik atas rumah yang dibelinya.

Keuntungan dan Kerugian Rumah Subsidi

Keuntungan

1.   Harga yang Terjangkau

Harga rumah subsidi yang lebih terjangkau ini memungkinkan masyarakat dengan penghasilan rendah atau menengah untuk memiliki rumah sendiri. Hal tersebut tentu tak lepas dari campur tangan pemerintah.

2.   Persyaratan Mudah

Jika Anda tertarik untuk memiliki rumah subsidi ketahuilah beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi, antara lain :

  • WNI (Warga Negara Indonesia)
  • Minimal berusia 21 tahun dan maksimal 55 tahun (sudah menikah)
  • Sudah bekerja atau memiliki bisnis minimal 1 tahun
  • Belum pernah mengajukan KPR dalam 1 KK (suami istri); atau belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah
  • Memiliki gaji minimal Rp. 4 Juta (untuk rumah setapak), dan gaji pokok minimal Rp. 7 juta untuk rumah susun.
  • Anda harus memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atau SPT Tahunan PPh sesuai ketentuan yang berlaku
  • Harus memiliki riwayat kredit yang bagus

3.   Fasilitas yang Lengkap

Kebanyakan rumah subsidi dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, seperti taman bermain, jalan setapak, dan fasilitas keamanan yang terjamin. Fasilitas-fasilitas tersebut biasanya sudah disiapkan oleh pengembang atau pemerintah sejak awal, sehingga tidak perlu lagi dipikirkan oleh pemilik rumah.

4.   Uang Muka Rendah

Anda cukup mempersiapkan uang sebesar 5% – 10% atau sebesar Rp. 10 – 20 juta, jauh lebih ringan bukan? Apalagi tenor atau jangka waktu untuk mencicil bisa sampai 20 tahunan (tergantung kebijakan masing-masing bank atau developer).

5.   Suku Bunga Flat

Apa maksudnya suku bunga flat atau tetap? Artinya adalah pembayaran Anda mulai dari cicilan awal hingga cicilan terakhir tidak akan mengalami perubahan. Misalnya, cicilan rumah perbulan sebesar Rp. 2 Juta rupiah maka sampai cicilan terakhir nominal yang Anda bayar tetap Rp. 2 juta rupiah.

6.   Bukan Rumah Inden

Tujuannya agar Anda terhindar developer nakal, selain itu Anda juga dapat mengeceknya secara langsung dan melihat kondisi rumah yang akan dibeli untuk memastikan apakah rumah yang dibangun baik atau tidak.

Kerugian

1.   Lokasi rumah yang kurang strategis

Kebanyakan rumah subsidi dibangun di luar kota atau di daerah-daerah terpencil yang jauh dari pusat kota atau pusat perbelanjaan. Hal ini membuat pemilik rumah subsidi harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi dan kebutuhan sehari-hari.

2.   Kualitas Bangunan yang Rendah

Ada harga ada kualitas, Anda tahu kalimat tersebut? Hal ini juga berlaku untuk rumah subsidi tentu karena DP yang terbilang murah membuat kualitas bangunan rendah dibandingkan dengan rumah komersil. Maka dari itu Anda harus lebih teliti lagi sebelum mengambil rumah subsidi.

3.   Desain yang Terbatas

Kebanyakan rumah subsidi memiliki desain yang sederhana dan standar. Hal ini disebabkan karena biaya pembangunan rumah subsidi yang terbatas. Pemilik rumah subsidi harus menerima desain rumah yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan pribadi.

4.   Spesifikasi Bangunan

Sebelumnya tadi sudah kita bahas mengenai kualitas bangunan yang rendah, begitu pun juga dengan spesifikasi bangunannya. Umumnya rumah subsidi tersebut memiliki luas bangunan sekitar 21 hingga 36 meter persegi.

5.   Jalanan Perumahaan yang Masih Berbentuk Tanah

Tak jarang masih kita temukan jalanan di perumahan subsidi yang belum di aspal ataupun di pasang paving block. Sehingga ketika musim penghujan tiba, akses jalan utama di penuhi lumpur dan jalanan pun menjadi sangat licin juga berbahaya.

6.   Tidak Bisa di Jual atau Take Over

Sebagai informasi tambahan rumah subsidi tidak boleh di jual kembali atau take over dalam waktu yang sudah ditentukan yaitu lima tahun.

Jadi, ada baiknya Anda lebih teliti sebelum membeli rumah subsidi, oke?  Semoga seluruh informasi di atas bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *