
Perbedaan Butuh dan Ingin. Saat gajian tiba, kebanyakan orang hanya mengatur-atur keuangan secara mendadak tanpa dirinci terlebih dahulu. Sehingga ketika ada sesuatu yang mereka inginkan, langsung membelinya tanpa pikir panjang. Alhasil, kebiasaan selalu menuruti keinginan membuat uang gaji harus habis di pertengahan karena kurangnya pengelolaan. Inilah pentingnya mengetahui perbedaan butuh dan ingin, agar anda lebih bisa mengontrol keuangan.
Perbedaan Butuh dan Ingin, Apa Saja?
Anda harus tahu bahwa kebutuhan bisa berbentuk semua barang maupun jasa yang anda perlukan untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Sedangkan kalau keinginan termasuk segala kebutuhan diluar dari apa yang anda butuhkan, atau kebutuhan berlebih atas sesuatu yang biasanya dianggap kurang.
Jadi umumnya keinginan itu bersifat tidak mengikat, anda tidak harus segera memenuhinya pada saat itu juga. Namun mengingat seringkali anda tidak sadar apa saja barang yang diperlukan, sehingga keinginan justru yang selalu diutamakan. Hingga akhirnya kondisi dompet menipis saat di awal atau pertengahan bulan.
Ini dia perbedaan butuh dan ingin yang perlu anda tahu :
-
Objektif dan Subjektif
Pengertian kebutuhan adalah hal-hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk bisa bertahan hidup. Jika dilihat dari garis besarnya, kebutuhan hidup setiap manusia yaitu terdiri atas sandang, pangan hingga papan. Semuanya adalah pondasi yang harus terpenuhi, oleh karenanya bersifat objekif.
Sedangkan, keinginan biasanya berhubungan dengan bagaimana anda memilih. Pilihan bisa dipengaruhi oleh faktor budaya dan lingkungan sosial. Contohnya, seseorang tinggal di lingkungan pertemanan yang bergaya hidup hedonis. Membeli barang-barang mahal, nongkrong di kafe dan lain sebagainya. Jika tidak bisa mengontrol diri dengan baik serta tidak mempunyai kemampuan finansial mencukupi, maka dampaknya kesehatan finansial bisa terganggu.
-
Keinginan Berawal dari Kebutuhan
Kesadaran terhadap kebutuhan biasanya menimbulkan dorongan kepada seseorang untuk menemukan informasi mengenai apa saja pilihan untuk memenuhinya. Contoh, kebutuhan seseorang ketika ingin makan tentu mendorong mereka mencari makanan apa saja yang tersedia, seperti mencari makanan, tempat makan sampai harganya.
Baca Juga : Cari Pinjaman Syarat Gampang? Temukan Solusinya Disini!
Kebutuhan kita pada dasarnya adalah makan. Apapun yang bisa dimakan bisa membuat kita kenyang. Akan tetapi, guna memenuhi kebutuhannya, manusia cenderung mengembangkan keinginan. Inilah yang menimbulkan perbedaan butuh dan ingin. Jika anda makan sesuai yang diinginkan, tidak hanya kenyang, tetapi juga memiliki kepuasan tersendiri.
-
Antara Fungsi dan Kepuasan
Perbedaan butuh dan ingin berikutnya ialah dilihat dari esensi yang ada di balik tindakannya. Pada dasarnya semua kebutuhan bisa terpenuhi oleh sesuatu yang fungsinya sesuai. Misalnya, manusia memakai pakaian jenis apapun demi menutupi bagian tubuhnya. Untuk memenuhinya, setiap orang memiliki kepuasan dan selera masing-masing.
Pemenuhan kepuasan dan selera itulah yang disebut sebagai keinginan. Contohnya, ada 2 orang yang bergaji sama serta ingin membeli baju baru. Untuk orang pertama cukup membeli kemeja brand lokal yang harganya terjangkau. Sedangkan, bagi orang kedua harus membeli kemeja branded yang harganya fantastis.
Dengan kata lain, selera beserta skala untuk memenuhi kepuasan antara keduanya jelas berbeda.
Setelah memahami perbedaan butuh dan ingin di atas, selanjutnya anda harus bisa membedakan antara keduanya.
Tips Untuk Membedakan Butuh dan Ingin
Ada beberapa tips yang bisa anda lakukan untuk membedakan antara kebutuhan dengan keinginan. Tujuannya, agar anda bisa mengelola pengeluaran dengan baik :
-
Tingkat Urgensi
Untuk membedakan antara butuh dan ingin, pastikan apakah sebenarnya anda ingin membeli sesuatu karena butuh, karena lucu atau kebetulan sedang ada promo? Jika hanya karena ada promo atau barangnya lucu, sementara masih banyak kebutuhan pokok yang belum bisa anda penuhi sebaiknya abaikan saja dan buang kebiasaan selalu memenuhi keinginan.
Mungkin sesekali membelanjakan barang yang sedang promo, sah-sah saja. Tapi, jika ternyata barang yang menurut anda harganya fantastis atau mungkin ada beberapa barang lucu yang diinginkan, tentu saja bisa membuat kantong anda jebol.
-
Pikirkan Berulang-ulang
Terkadang karena keinginan yang tidak bisa tertahankan tanpa berpikir panjang inilah yang bisa membuat pertahanan jebol, padahal anda harus mengelola keuangan sehemat mungkin. Jika ini terjadi, sebaiknya pikirkan kembali secara berulang kali. Mungkin bagi yang masih single sebenarnya fine-fine saja membeli barang lucu atau branded apalagi jika keuangan anda masih mencukupi.
Lantas, bagaimana jika sudah berkeluarga? Pikirkan kembali anak dan suami/istri, silahkan cek apakah ada kebutuhan keluarga yang belum dipenuhi ataukah sudah semua. Cek lagi, apakah barang tersebut benar-benar anda butuhkan atau hanya yang anda inginkan saja.
-
Mengutamakan Kebutuhan Pokok
Jika anda membeli barang hanya pada momen tertentu, misalnya membeli gaun yang lucu untuk pergi ke pesta rekan kerja atau teman. Pastikan kembali, apakah nantinya gaun tersebut anda pakai kembali ke acara pesta atau acara lainnya? Atau ketahui lagi seberapa sering anda menggunakan gaun atau dress ke acara serupa? Jika misalnya anda membeli sesuatu hanya pada satu momen saja, sebaiknya pertimbangkan kembali.
Selalu Utamakan Kebutuhan
Jika anda sudah tahu perbedaan butuh dan ingin. Tentu saja menuruti keinginan semata tidak akan ada habisnya, dan bisa membuat kondisi finansial anda menjadi tidak sehat. Maka dari itu, sebaiknya prioritaskan hal-hal apa saja yang anda butuhkan ketimbang harus menuruti apa yang anda inginkan .
Adapun syarat untuk selalu mengutamakan kebutuhan pokok daripada keinginan yaitu dengan cara membuat anggaran setiap bulannya. Dengan anggaran bulanan, maka anda bisa lebih selektif lagi membatasi transaksi hanya untuk hal yang dibutuhkan atau mungkin hanya untuk memuaskan keinginan. Jadi, ketika menerima gaji, anda tahu, alokasi uang gaji harus dikemanakan.
Cobalah prioritaskan gaji anda untuk mengalokasikan ke dana investasi lebih dulu. Setiap orangg mempunyai kebutuhan di waktu mendatang, baik itu untuk berlibur ke tempat impian, biaya pernikahan, pembayaran DP kreditĀ rumah dan lainnya.
Keperluan masa depan itulah yang bisa dijadikan sebagai alasan penting kenapa harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk diinvestasikan supaya kebutuhan anda bisa terpenuhi. Jika sudah, anda tinggal membayar tagihan, melakukan belanja bulanan maupun mengalokasikan ke biaya lainnya.
Coba buat rumus simpel untuk budgeting, misalnya 40% dari gaji untuk kebutuhan, 30% dari gaji untuk membayar tagihan, 20% untuk investasi dan sisihkan hanya 10% untuk rekreasi atau travelling.
Melalui rumus budgeting simpel ini, membuat anda lebih mudah mengendalikan keinginan. Biasakan selalu berpikir 2 kali dalam memenuhi keinginan supaya kesehatan finansial anda tetap terjaga.
Perbedaan butuh dan ingin terdapat pada dampak, sifat maupun tolak ukur. Agar kondisi finansial anda tetap terjaga, anda dapat mengutamakan kebutuhan yang sifatnya urgent atau tidak bisa ditunda dan kebutuhan pokok. Selain itu, selalu konsisten untuk menyisihkan sebagian dana untuk keperluan investasi dan tabungan di awal. Anda dapat menginvestasikan uang anda di bank atau mungkin mencoba berinvestasi saham.
Bagaimana mudah bukan mencari perbedaan butuh dan ingin? Begitupun ketika Anda butuh dana tunai hari ini juga, pastikan dana tersebut digunakan sesuai rencana awal. Anda dapat menghubungi CS autogadai.com dengan mengklik tombol whatsapp dibawah ini.




