<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Quarter life crisis Archives | AutoGadai.com</title>
	<atom:link href="https://www.autogadai.com/tag/quarter-life-crisis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.autogadai.com/tag/quarter-life-crisis/</link>
	<description>Situs Pinjaman Dana Tunai Gadai BPKB &#38; Sertifikat</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Mar 2023 01:26:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.3.6</generator>

<image>
	<url>https://www.autogadai.com/wp-content/uploads/2019/08/cropped-autogadai-fav-32x32.png</url>
	<title>Quarter life crisis Archives | AutoGadai.com</title>
	<link>https://www.autogadai.com/tag/quarter-life-crisis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cara Menghadapi Quarter Life Crisis</title>
		<link>https://www.autogadai.com/cara-menghadapi-quarter-life-crisis/</link>
					<comments>https://www.autogadai.com/cara-menghadapi-quarter-life-crisis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[AutoGadai.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2023 01:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Quarter life crisis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.autogadai.com/?p=1573</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara Menghadapi Quarter Life Crisis. Quarter Life Crisis (QLC) adalah kondisi di mana seseorang merasa cemas, khawatir, dan kebingungan dalam menghadapi masa transisi menuju dewasa awal. Baca Juga : Tips Kerja Cerdas di Era Digital Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang berusia 20-30 tahun yang sedang mengalami perubahan besar dalam kehidupannya, seperti lulus kuliah, &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.autogadai.com/cara-menghadapi-quarter-life-crisis/">Cara Menghadapi Quarter Life Crisis</a> appeared first on <a href="https://www.autogadai.com">AutoGadai.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" fetchpriority="high" class="size-full wp-image-1574 aligncenter" src="https://www.autogadai.com/wp-content/uploads/2023/03/Cara-Menghadapi-Quarter-Life-Crisis.png" alt="Cara Menghadapi Quarter Life Crisis" width="600" height="400" /></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menghadapi <em>Quarter Life Crisis</em></strong></span><strong>. </strong><em>Quarter Life Crisis (QLC)</em> adalah kondisi di mana seseorang merasa cemas, khawatir, dan kebingungan dalam menghadapi masa transisi menuju dewasa awal.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : <a href="https://www.autogadai.com/tips-kerja-cerdas-di-era-digital/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;">Tips Kerja Cerdas di Era Digital</span></a></strong></span></p>
<p>Kondisi ini biasanya dialami oleh orang yang berusia 20-30 tahun yang sedang mengalami perubahan besar dalam kehidupannya, seperti lulus kuliah, mencari pekerjaan pertama, atau merasa tidak puas dengan karier yang dijalani.</p>
<p>Dalam artikel ini, Autogadai akan membahas secara lengkap mengenai ciri-ciri serta bagaimana cara menghadapi <em>Quarter Life Crisis</em>.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Ciri-Ciri <em>Quarter Life Crisis</em></strong></span></h2>
<p>Melansir dari situs glints, terdapat empat ciri <em>quarter life crisis</em>:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Merasa Kalah</span> </strong></h3>
<p>Perasaan kalah ini bisa muncul ketika Anda melihat teman sudah berhasil lulus dari bangku kuliah sedangkan Anda masih harus berjuang mengerjakan skripsi atau bisa juga ketika melihat teman sebaya sudah menikah dan memiliki anak, sedangkan Anda masih berada di fase jomblo serta tidak memiliki <em>support system</em> sama sekali.</p>
<p>Kondisi-kondisi yang sudah disebutkan tadi memunculkan perasaan kalah padahal Anda tidak sedang berkompetisi. Ingat jalan hidup tiap individu berbeda-beda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Merasa Terkurung</span> </strong></h3>
<p>Selanjutnya adalah kebalikan dari merasa kalah yaitu merasa terkurung maksudnya terkurung disini adalah ketika Anda merasa harus menanggung tanggung jawab di usia yang terlalu muda yaitu 20 tahun, misalnya menjadi tulang punggung dan harus membiayai sekolah adik.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.     </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Merasa Bimbang dengan Rencana Jangka Panjang</span> </strong></h3>
<p>Kebimbangan ini muncul karena rencana atau impian yang Anda buat kurang realistis. Misalnya, Anda seorang lulusan baru yang ingin bekerja di perusahaan multinasional dengan gaji besar sedangkan di sisi lain keterampilan dan kemampuan yang Anda miliki masih kurang memenuhi persyaratan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.     </strong><strong>Kelebihan dan Kekurangan Terlihat Semakin Nyata</strong></span></h3>
<p>Anda bisa merasa sangat percaya diri mengerjakan tugas, pekerjaan, atau aktivitas pada suatu waktu. Namun ketika dihadapkan pada tugas, pekerjaan, atau aktivitas yang sulit Anda semakin menyadari bahwa ternyata Anda mempunyai banyak kekurangan.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menghadapi <em>Quarter Life Crisis</em></strong></span></h2>
<p>Berikut adalah cara menghadapi <em>quarter life crisis</em>, antara lain:</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>1.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Identifikasi Masalah</span> </strong></h3>
<p>Mengidentifikasi masalah berarti mencoba memahami dan mengenali perasaan dan emosi yang sedang dirasakan.</p>
<p><em>Quarter life crisis</em> dapat ditandai dengan perasaan tidak puas dengan hidup, merasa tidak berdaya atau kehilangan kendali, merasa kesepian atau terisolasi, merasa bingung dan tidak tahu arah yang tepat, dan sebagainya.</p>
<p>Dalam mengidentifikasi masalah, penting untuk jujur pada diri sendiri. Sebab, ketidakjujuran pada diri sendiri dapat menghambat proses pemulihan dan membuat <em>quarter life crisis</em> semakin berlarut-larut.</p>
<p>Jangan takut untuk mengakui kelemahan atau kegagalan, serta jangan mengabaikan perasaan yang tidak nyaman.</p>
<p>Setelah mengidentifikasi masalah, langkah selanjutnya adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebab <em>quarter life crisis</em> tersebut.</p>
<p>Penyebab <em>quarter life crisis</em> dapat bervariasi, seperti masalah dalam karir, hubungan, kesehatan mental, <em>work life balance</em> dan profesional, dan sebagainya.</p>
<p>Dengan mengetahui penyebabnya, seseorang dapat mencari solusi yang tepat dan mengatasi <em>quarter life crisis</em> secara efektif.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>2.   </strong><strong>Buat Rencana</strong></span></h3>
<p>Setelah Anda selesai melakukan identifikasi masalah, maka selanjutnya adalah membuat rencana untuk merencanakan langkah-langkah konkret apa saja yang bisa Anda ambil untuk mengatasi <em>quarter life crisis</em> dan mencapai tujuan hidup.</p>
<p>Tujuan hidup ini dapat berkaitan dengan karir, hubungan, kesehatan, atau aspek kehidupan lainnya yang penting bagi seseorang.  Anda harus tahu bahwa untuk membuat tujuan hidup haruslah spesifik, terukur, dan dapat dicapai dalam waktu yang realistis.</p>
<p>Buatlah rencana yang sifatnya fleksibel karena tidak ada yang pernah tahu ke depannya akan seperti apa. Perubahan akan terjadi sewaktu-waktu dan Anda harus siap menghadapinya.</p>
<p>Jangan terlalu keras pada diri sendiri apabila Anda tanpa disadari melakukan kesalahan atau kegagalan dalam mencapai tujuan.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>3.   </strong><strong>Mengelola Ekspetasi</strong></span></h3>
<p><em>Quarter Life Crisis</em> seringkali disebabkan oleh harapan yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri atau harapan yang tidak realistis terhadap masa depan.</p>
<p>Misalnya, seorang <em>fresh graduate</em> dari perguruan tinggi mungkin mengharapkan untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi, atau seseorang yang sedang memulai karier mungkin mengharapkan untuk mencapai kesuksesan dalam waktu yang singkat.</p>
<p>Namun, realitas seringkali berbeda dengan harapan tersebut. Mencari pekerjaan yang tepat atau mencapai kesuksesan dalam karier membutuhkan waktu dan usaha keras.</p>
<p>Jika harapan tidak realistis atau terlalu tinggi, dapat menyebabkan frustrasi, kekecewaan, dan bahkan depresi. Oleh karena itu, penting untuk Anda mengelola ekspektasi secara realistis dan jangan terlalu keras pada diri sendiri.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>4.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Meningkatkan Keterampilan</span> </strong></h3>
<p><em>Quarter Life Crisis</em> seringkali terjadi ketika seseorang merasa terjebak dalam rutinitas atau pekerjaan yang tidak memuaskan, atau merasa tidak memiliki arah atau tujuan hidup yang jelas.</p>
<p>Dalam situasi ini, meningkatkan keterampilan bisa membantu Anda untuk meningkatkan kepercayaan diri, membuka peluang baru, dan membantu dalam pencarian tujuan hidup.</p>
<p>Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan keterampilan, antara lain:</p>
<ul>
<li>Belajar hal baru</li>
<li>Mencari mentor</li>
<li>Mengembangkan keterampilan sosial</li>
<li>Mencari pengalaman baru melalui volunteering</li>
<li>Meminta umpan balik</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>5.   </strong><strong>Temukan Kegiatan yang Membuat Anda Bahagia</strong></span></h3>
<p>Penting untuk menemukan kegiatan yang menarik bagi Anda untuk melepaskan diri dari tekanan hidup.</p>
<p>Kegiatan ini dapat bervariasi dari hobi, seperti bermain musik, menulis, membaca, atau bermain game, hingga aktivitas fisik, seperti berolahraga, hiking, atau yoga.</p>
<p>Mengambil waktu untuk melakukan kegiatan yang membawa kesenangan bisa membantu Anda dalam membangun kebiasaan positif dan mengurangi rasa cemas atau kebingungan yang mungkin dialami selama <em>Quarter Life Crisis</em>.</p>
<p>Hal ini juga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kualitas hidup Anda.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>6.   </strong><strong>Cari Dukungan atau <em>Support System</em> </strong></span></h3>
<p><em>Quarter life crisis</em> bisa membuat Anda merasa kesepian, terisolasi, dan kehilangan dukungan sosial. Oleh karena itu, carilah dukungan atau <em>support system</em> dari orang lain yang bisa membantu Anda menghadapi <em>quarter life crisis</em> dengan lebih efektif.</p>
<p>Dukungan-dukungan tersebut bisa berasal dari keluarga, teman, rekan kerja, atau profesional seperti terapis atau konselor.</p>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>7.   </strong></span><strong><span style="color: #000000;">Jangan Lupa Bersyukur</span> </strong></h3>
<p><em>Quarter life crisis</em> bisa membuat Anda merasa terpuruk dan kehilangan arah hidup. Oleh karena itu, penting sekali untuk tetap bersyukur atas apa yang dimiliki dan menghargai kehidupan yang sudah ada.</p>
<p>Berikut adalah beberapa cara untuk tetap bersyukur di tengah-tengah <em>quarter life crisis</em>:</p>
<ul>
<li>Mengingat hal-hal positif yang bisa dicapai</li>
<li>Menulis jurnal setiap pagi</li>
<li>Melakukan kegiatan bermanfaat</li>
<li>Menjalin hubungan sosial dengan baik</li>
</ul>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>8.   </strong><strong>Terima Kenyataan Bahwa <em>Quarter Life Crisis</em> itu Normal </strong></span></h3>
<p>Penting untuk memahami bahwa <em>Quarter Life Crisis</em> adalah hal yang normal dan sering terjadi pada banyak orang.</p>
<p>Kondisi tersebut merupakan masa di mana Anda sedang mencari jati diri dan tujuan hidup. Terkadang Anda perlu melakukan perjalanan panjang untuk menemukan jalan hidup yang tepat.</p>
<p>Menerima <em>Quarter Life Crisis</em> sebagai hal yang normal bisa membantu Anda mengatasi perasaan ketidakpastian dan kebingungan yang Anda alami.</p>
<p>Tenang Anda tidak sendirian dan banyak orang yang mengalami perasaan yang sama. Selain itu, dengan memahami bahwa <em>Quarter Life Crisis</em> sebagai hal normal,  maka Anda bisa menghilangkan tekanan dan harapan yang tidak realistis.</p>
<p>Menerimanya bukan berarti Anda harus pasrah dan tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi perasaan tersebut.</p>
<p>Namun, dengan menerima dan memahami perasaan tersebut sebagai sesuatu yang wajar, akan membuat Anda merasa lebih tenang dan fokus pada pencarian jati diri dan tujuan hidup.</p>
<p>Jadi seberapa siapkah Anda menghadapi <em>quarter life crisis</em>?</p>
<p>The post <a href="https://www.autogadai.com/cara-menghadapi-quarter-life-crisis/">Cara Menghadapi Quarter Life Crisis</a> appeared first on <a href="https://www.autogadai.com">AutoGadai.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.autogadai.com/cara-menghadapi-quarter-life-crisis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Menjadi Pribadi yang Tangguh ditengah Krisis</title>
		<link>https://www.autogadai.com/cara-menjadi-pribadi-yang-tangguh/</link>
					<comments>https://www.autogadai.com/cara-menjadi-pribadi-yang-tangguh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[AutoGadai.com]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2022 04:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lifestyle]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Quarter life crisis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.autogadai.com/?p=1088</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cara menjadi pribadi yang tangguh di jaman sekarang sangatlah dibutuhkan seperti yang kita tahu sejak awal 2020 hingga sekarang banyak sekali tantangan. Mulai dari wabah covid sampai cacar monyet, dampak dari covid itu sendiri saja belum teratasi 100%. Hal tersebut dapat kita lihat dari tingginya tingkat kematian, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran dimana-mana, banyaknya bisnis &#8230;</p>
<p>The post <a href="https://www.autogadai.com/cara-menjadi-pribadi-yang-tangguh/">Cara Menjadi Pribadi yang Tangguh ditengah Krisis</a> appeared first on <a href="https://www.autogadai.com">AutoGadai.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-1090 aligncenter" src="https://www.autogadai.com/wp-content/uploads/2022/08/CARA-MENJADI-PRIBADI-YANG-TANGGUH.png" alt="CARA MENJADI PRIBADI YANG TANGGUH" width="600" height="400" /></p>
<p>Cara menjadi pribadi yang tangguh di jaman sekarang sangatlah dibutuhkan seperti yang kita tahu sejak awal 2020 hingga sekarang banyak sekali tantangan. Mulai dari wabah covid sampai cacar monyet, dampak dari covid itu sendiri saja belum teratasi 100%.</p>
<p>Hal tersebut dapat kita lihat dari tingginya tingkat kematian, pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran dimana-mana, banyaknya bisnis yang mengalami kebangkrutan dan masih banyak lagi.</p>
<p>Kalau Kamu tidak memiliki ketangguhan menghadapi segala tantangan tersebut dapat memunculkan perasaan seperti putus asa, cemas hingga depresi. Bila tidak segera diatasi akan berpengaruh ke fisik (sakit-sakitan).</p>
<p style="text-align: center;"><span style="color: #000000;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://www.autogadai.com/pinjaman-untuk-modal-usaha-awal/" target="_blank" rel="noopener"><span style="color: #0000ff;"><strong>Pinjaman untuk Modal Usaha Awal Jaminan BPKB</strong></span></a></span></p>
<p>Seberat apapun tantangan yang sedang dihadapi akan terasa ringan jika Kamu memiliki ketangguhan, lalu bagaimana menumbuhkan sikap demikian?. Berikut adalah cara menjadi pribadi yang tangguh. Mari simak penjelasannya sampai selesai.</p>
<h2><span style="color: #000000;"><strong>Cara Menjadi Pribadi yang Tangguh ditengah Krisis</strong></span></h2>
<ol>
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mampu Mengendalikan Diri Sendiri</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Ketika seseorang berada dalam situasi sulit rasanya untuk mengendalikan diri sendiri cukup kewalahan. Memang tiap individu mempunyai tingkat toleransi terhadap rasa sakit dan penyelesaian masalah berbeda-beda. Ada yang menghadapinya dengan kepala dingin, ada pula yang penuh emosi.</p>
<p>Di dunia ini terdapat 2 tipe orang yang pertama percaya takdir dan kedua mampu mengendalikan situasi atau keadaan. Kamu tipe nomor berapa? Semoga Kamu termasuk tipe nomor 2 ya, bukannya tidak percaya takdir namun alangkah baiknya kalau mengambil tindakan langsung daripada menunggu keajaiban. Urusan berhasil atau gagal kesampingkan dahulu karena yang terpenting saat ini <em>take action</em>. Orang bermental tangguh bergerak seolah-olah keberhasilan dan kegagalan ada dalam kendalinya.</p>
<p>Kamu berhasil mengendalikan diri sendiri? Jika Iya, inilah manfaat yang akan Kamu rasakan :</p>
<ul>
<li>Mampu menghadapi segala keadaan</li>
<li>Mampu mengatur berbagai kepentingan</li>
<li>Berinisiatif tinggi</li>
<li>Mampu mengendalikan berbagai keputusan</li>
<li>Mampu memberikan arah tujuan yang jelas</li>
<li>Mudah meraih tujuan yang diinginkan</li>
<li>Mudah mengendalikan emosi dan rasa frustasi</li>
<li>Lebih disiplin</li>
<li>Bertanggungjawab</li>
<li>Mampu mengubah pandangan dalam menyikapi sebuah konflik</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Mau Belajar Dari Kesalahan</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Cara menjadi pribadi yang tangguh berikutnya adalah mau belajar dari kesalahan, setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan kecil maupun besar. Bahkan orang terkaya se-Indonesia sekalipun pasti sepanjang perjalanan hidupnya banyak mengalami kesalahan. Hanya yang membedakannya Kamu mau belajar dari kesalahan tersebut atau justru terus-terusan merasa terpuruk?</p>
<p>Dibawah ini terdapat beberapa cara efektif belajar dari kesalahan, antara lain :</p>
<ul>
<li>Akui kesalahan yang telah diperbuat</li>
<li>Mencatat kesalahan-kesalahan di sebuah catatan untuk evaluasi diri</li>
<li>Mengubah cara pandang</li>
<li>Tuliskan alasan-alasan mengapa Anda jangan sampai melakukan kesalahan kembali</li>
<li>Belajar dari kesalahan orang lain</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Mampu Menerima Diri Sendiri</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Tidak seperti membalikkan telapak tangan butuh proses panjang untuk seseorang mampu menerima diri sendiri. Penerimaan diri tidak melulu tentang penampilan fisik saja melainkan emosi yang sedang dirasakan. Saat Kamu berada di kondisi yang membuatmu tak nyaman sadarilah dan terima emosi tersebut. Terlalu sering melihat kebahagiaan orang lain sampai lupa kebahagiaan diri sendiri bisa merusak mentalmu perlahan.</p>
<p>Mau tahu 8 cara menerima diri sendiri apa adanya? Berikut adalah daftarnya!</p>
<ul>
<li>Menganalisa kekurangan dan kelebihan diri sendiri</li>
<li>Bertanya kepada orang terdekat mengenai dirimu</li>
<li>Perbaiki kekurangan dan optimalkan kelebihan</li>
<li>Belajar mengekspresikan diri</li>
<li>Lakukan <em>Me-Time</em></li>
<li>Kurangi meminta pengakuan orang lain</li>
<li>Pahami setiap orang memiliki keunikan masing-masing</li>
<li>Jangan terlalu kompetitif dibawa rileks agar tidak mudah stres</li>
</ul>
<p>Manfaatnya?</p>
<ul>
<li>Hidup terasa lebih nyaman</li>
<li>Tidak takut mencoba hal baru</li>
<li>Tidak menyalahkan diri sendiri</li>
<li>Lebih bisa menikmati hidup</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>
<h3><strong><span style="color: #000000;">Mempunyai Tujuan Spesifik</span> </strong></h3>
</li>
</ol>
<p>Tiap orang yang terlahir ke dunia pasti mempunyai sebuah tujuan untuk menggapai impian dan untuk mencapai impian tersebut mereka mempunyai caranya masing-masing. Kamu tahu strategi SMART (<em>Specific, Measurable, Achievable, Relevant dan Timebound</em>)? Strategi tersebut digunakan oleh banyak perusahaan sampai sekarang.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Specific </em></strong><strong>(Spesifik/Khusus). </strong></span>Tetapkan target secara spesifik buat secara detail, jelas dan dapat dipaparkan dengan baik. Contoh: Mengambil produk investasi saham untuk jangka panjang (diatas 10 tahun) untuk persiapan dana pensiun.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Measurable </em></strong><strong>(Terukur). </strong></span>Mengukur kemajuan guna melihat apakah Kamu sudah semakin dekat dengan tujuan atau belum.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Achievable </em></strong><strong>(Dapat Tercapai). </strong></span>Tujuannya dari <em>achievable</em> untuk melihat tujuan yang Kamu buat dapat dicapai atau sebaliknya. apabila tidak cek kembali dan ubah cara mencapainya atau lakukan revisi sedikit <em>goals</em> agar realistis.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Relevant </em></strong></span><strong><span style="color: #000000;">(Sesuai).</span> </strong>Target yang sudah ditentukan sudah relevan? Jika sudah artinya bila target tercapai sesuai rencana akan berdampak terhadap banyak hal lainnya.</p>
<p><span style="color: #000000;"><strong><em>Timebound </em></strong><strong>(Batas Waktu). </strong></span>Pentingnya memberikan batas waktu untuk semua tujuan atau impian-impianmu agar Kamu lebih fokus, disiplin dan konsisten.</p>
<ol start="5">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Mudah Memaafkan Orang Lain</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Memaafkan perbuatan orang yang sudah melukai hati kita memang tidak mudah butuh waktu untuk mengikhlaskannya. Namun tak ada salahnya Kamu mencoba perlahan memaafkannya, berikut adalah 8 kunci agar bisa memaafkan menurut buku <em>key to forgiveness</em> karya Robert Enright:</p>
<ul>
<li>Ketahuilah pengertian memaafkan dan mengapa memaafkan adalah suatu hal yang penting</li>
<li>Menjadi seorang yang <em>&#8220;forgivingly fit&#8221;</em></li>
<li>Mengatasi rasa sakit batin</li>
<li>Mengembangkan mindset sebagai pemaaf dengan berempati</li>
<li>Menemukan makna dari penderitaan</li>
<li>Ketika kamu merasa sulit memaafkan mintalah bantuan orang lain</li>
<li>Memaafkan diri sendiri</li>
<li>Menjadi seorang yang pemaaf</li>
</ul>
<ol start="6">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Jangan Terlalu Mengkhawatirkan Masa Depanmu</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Mungkin sekarang Kamu sedang mengalami <a href="https://www.gramedia.com/literasi/tentang-quarter-life-crisis-dan-cara-terbaik-untuk-melewatinya/" target="_blank" rel="noopener"><em>quarter life crisis</em></a> menjelang usia 25 tahun kekhawatiran mulai dating silih berganti. Mulai dari karir, percintaan hingga keuangaa yang tak kunjung ada perubahan. Hidup itu penuh misteri tidak ada yang tahu ke depannya akan terjadi apa.</p>
<p>Sangking misteriusnya banyak orang yang menebak-nebak sampai mengalami kelelahan mental. Daripada terus menerus overthinking, simak 9 cara mengatasi perasaan khawatir tentang masa depan :</p>
<ul>
<li>Buat daftar keingian yang ingin dicapai</li>
<li>Buat gambarang sejelas mungkin mengenai tujuan jangka pendek dan panjang</li>
<li>Stop bersikap menunda-nunda</li>
<li>Jangan terlalu banyak pikiran</li>
<li>Jangan membuat dirimu menopang sesuatu yang belum tentu terjadi di masa depan</li>
<li>Mengandalkan orang-orang terpercaya</li>
<li>Dekat dengan <em>support system</em></li>
<li>Investasikan waktu, tenaga dan uang untuk sesuatu yang bermanfaat</li>
<li>Stop membuang waktu</li>
</ul>
<ol start="7">
<li>
<h3><span style="color: #000000;"><strong>Kurangi Ketergantungan Pada Orang Lain</strong></span></h3>
</li>
</ol>
<p>Cara menjadi pribadi yang tangguh terakhir adalah kurangi ketergantungan pada orang lain. Sebagai makhluk social memang kita harus namanya bergantung sama lain, tetapi maksud dari poin ini adalah selagi masih dapat ditangani sendiri sebisa mungkin kurangi keterlibatan mereka apalagi kalau urusannya masuk ranah pribadi.</p>
<p>Sebab kalau terlalu terbiasa dalam hal apapun (kecil atau besar) selalu ada keterlibatan orang lain, justru nanti akan menyulitkan kamu untuk bersikap mandiri dalam memutuskan suatu perkara. Silahkan Kamu terapkan 6 hal berikut untuk mengurangi ketergantungan pada orang lain :</p>
<ul>
<li>Belajar autodidak</li>
<li>Berani berkata tidak</li>
<li>Membuat keputusan sendiri dan berani bertanggungjawab terhadap pilihanmu</li>
<li>Mempunyai prinsip, jangan mengikuti orang lain terus</li>
<li>Fokus pada kekurangan dan kelebihan diri</li>
<li>Coba dulu baru meminta bantuan orang lain kalau memang sudah <em>stuck</em></li>
</ul>
<p>Itulah beberapa penjelasan mengenai cara menjadi pribadi yang tangguh ditengah krisis jangan hanya dibaca saja ya lebih baik lagi terapkan juga perlahan sampai menjadi kebiasaan positif. Jika Kamu sedang bingung mencari dana pinjaman tim autogadai.com siap membantu.</p>
<p>The post <a href="https://www.autogadai.com/cara-menjadi-pribadi-yang-tangguh/">Cara Menjadi Pribadi yang Tangguh ditengah Krisis</a> appeared first on <a href="https://www.autogadai.com">AutoGadai.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.autogadai.com/cara-menjadi-pribadi-yang-tangguh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
