Apa itu Burnout : Definisi, Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya!

apa itu burnout

Apa itu burnout? Bila Anda pernah merasakan beberapa kondisi mental seperti kehilangan motivasi, akhir-akhir ini suka meragukan kemampuan diri sendiri, stres, kelelahan secara fisik maupun mental berarti Anda sedang merasakan burnout syndrome. Atau jangan-jangan sekarang Anda sedang merasakan hal-hal tersebut? Sebaiknya langsung Anda atasi agar tidak mengganggu ke aspek kehidupanmu yang lain.

Siapapun bisa terkena syndrome burnout baik itu pelajar, mahasiswa, pekerja sampa ibu rumah tangga. Sebenarnya apa itu burnout? Apa saja penyebab dan ciri-ciri seseorang mengalami burnout? serta bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita simak ulasannya di bawah.

Apa itu Burnout?

Burnout adalah sebuah istilah yang menunjukkan mental seseorang sedang mengalami stres berat karena faktor pekerjaan. Jika hal tersebut di diamkan dalam jangka waktu lama akan mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Kondisi ini seringkali terjadi ketika seseorang terlalu memaksakan diri untuk bekerja terlalu keras padahal tubuh dan otak sudah mengalami kelelahan. Bagaimana Anda bisa mengeluarkan ide cemerlang dan membuat atasan bangga dalam kondisi lelah tubuh dan otak? Sekeras apapun Anda berusaha tapi ternyata pikiran tetap stuck akan terasa percuma, lebih baik Anda beristirahat sejenak.

Baca Juga : Leasing BPKB Motor Bunga Rendah 1 Hari Cair

Seorang ibu rumah tangga yang seharian sudah mengurus pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak dari pagi sampai sore bahkan terkadang sampai malam hari juga pasti mengalami burnout, maka dari itu para ibu rumah tangga butuh waktu untuk me time demi menjaga kewarasan.

Apa Saja Penyebab Burnout?

Setiap profesi mempunyai tantangannya masing-masing sehingga kita tidak bisa menganggap remeh. Berikut adalah penyebab burnout yang perlu Anda ketahui:

Beban Pekerjaan Menumpuk

Setiap orang mempunyai keterbatasannya masing-masing dalam melakukan pekerjaan baik di kantor atau rumah. Otak kita tidak dapat terus-terusan digunakan untuk memikirkan pekerjaan, karena masih banyak hal lain yang tak kalah penting untuk dilakukan. Memang itu sudah merupakan kewajiban namun tubuh kita pun juga punya batasan.

Terkadang pekerjaan 1 belum selesai seketika datang lagi pekerjaan lain dari atasan dengan deadline yang sama. Inilah yang menjadi pemicu seseorang mengalami burnout. Belum lagi kalau Anda memutuskan healing tapi ujung-ujungnya WA dan laptop harus aktif, hayo siapa dari Kalian yang mengalaminya.

Atasan “Pelit” Apresiasi

Beruntunglah jika Anda berada di lingkungan kantor yang suportif karena atasan dan rekan sekantor sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta kinerja. Perkataaan dan tindakan yang sifatnya merendahkan apalagi kalau hal tersebut berasal dari atasan secara langsung dapat membuat karyawan burnout.

Daripada terlalu berharap apresiasi dari atasan yang tak kunjung di dapatkan lebih baik Anda mengapresiasi diri sendiri sebagai bentuk self love.

Pola Pikir

Terakhir adalah pola pikir poin ini berasal dari dalam diri, orang yang terlalu ambisius dalam segala hal biasanya cenderung mengalami kelelahan fisik dan mental. Sebaiknya jangan terlalu memforsir diri karena itu juga termasuk bullying terhadap diri sendiri.

Bagaimanakah Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Burnout?

Seseorang yang sedang mengalami burnout atau kelelahan akibat pekerjaan akan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut :

Hilangnya Motivasi Kerja

Ciri pertama adalah hilangnya motivasi kerja yang semula Anda mencintai pekerjaan tersebut namun kini menganggapnya sebagai sumber stres. Setiap pagi sebelum berangkat kerja energi sudah terasa habis padahal belum berada di ruang kerja.

Merasa Kelelahan Terus Menerus

Ciri kedua adalah merasa kelelahan terus menerus, ini merupakan ciri umum yang paling mengindikasikan kalau Anda sedang mengalami burnout. Merasa kelelahan wajar namun kelelahan orang yang sedang mengalami burnout itu berbeda (lelah fisik dan mental).

Performa Kerja Menurun

Beban kerja yang menumpuk serta lingkungan kerja yang kurang mendukung menyebabkan burnout sehingga performa kerja menurun. Hilangnya minat terhadap bidang pekerjaan membuat seseorang memperoleh penilaian kurang baik.

Mudah Tersinggung

Emosi menjadi kurang stabil sehingga Anda mudah tersinggung ketika di tanya oleh orang rumah atau rekan kerja padahal pertanyaannya mungkin sepele.

Mudah Sakit

Lelah pikiran dan mental dapat mempengaruhi kondisi fisik di sadari atau tidak Anda jadi lebih mudah sakit otot terasa tegang, susah fokus, kepala pusing dan mengantuk berlebihan walaupun tidur sudah tepat waktu. Daya tahan tubuh menurun seketika sehingga “gerbang” penyakit terbuka.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Setelah kita sudah membahas mengenai apa itu burnout, penyebab dan ciri-ciri orang yang mengalami burnout sekarang mari kita cari tahu mengenai cara mengatasinya, yakni :

Mengubah Pola Hidup

Lakukan olahraga ringan, makan-makanan sehat, minum air putih secara rutin dan isitrahat malam 7 – 8 jam. Kalau jatah cuti Anda masih tersisa, silahkan manfaatkan untuk menghilangkan penat dan mengisi kembali energi yang terkuras.

Menetapkan Batasan

Pentingnya untuk menetapkan sebuah batasan / boundaries agar orang tidak berlaku sesuka hati, belajar untuk mengatakan tidak ketika pekerjaan Anda sendiri belum selesai. Memang bukan hal mudah apalagi kalau Anda tipikal orang yang tidak enakan. Tapi mau sampai kapan? Menolak bukan berarti Anda egois jadi tidak perlu merasa bersalah Anda hanya sedang berusaha selektif terhadap hal kurang penting.

Lakukan Kegiatan atau Hobi yang Menyenangkan

Setelah seharian lelah bekerja tak ada salahnya Anda melakukan kegiatan atau hobi yang menyenangkan untuk mengurangi stres. Mulai dari membaca buku, minum coffee di kafe langganan, mendengarkan musik favorit atau Anda lebih suka tidur?

Membuat Prioritas

Pekerjaan Anda menumpuk? Bingung harus mengerjakan yang mana dulu? Coba buatlah prioritas dan estimasikan waktu pengerjaan untuk setiap tugas yang diberikan pilih yang deadlinenya hari itu juga dan kira-kira Anda dapat menyelesaikannya dalam kurun waktu berapa jam. Pekerjaan akan terasa sangat ringan dikerjakan kalau Anda pintar membuat proritas dan memiliki manajemen waktu yang baik. CATAT!

Bersikap Realistis

Tidak ada pekerjaan yang dapat dikerjakan secara sempurna sesekali pasti Anda melakukan kesalahan. Jangan pula mengharapkan apresiasi atau pujian dari atasan, tetaplah bersikap realistis dengan begitu kecemasan dan stres berkurang.

Bercerita Kepada Orang Terdekat

Cara selanjutnya adalah dengan bercerita pada orang terdekat, orang yang benar-benar peduli akan senantiasa mendengarkan segala keluh kesahmu. Mencurahkan segala keresahan dan kekhawatiran kepada orang yang di cintai mampu menurunkan stres.

Tidak punya orang yang dapat di percaya? Tenang ada cara lain yang mudah sekali Anda lakukan dengan menulis, tuliskan segala keresahanmu di secarik kertas kemudian Anda remas dan buang ke tempat sampah sugesti kan ke diri Anda dengan menghilangnya kertas ini maka segala permasalahan ikut menghilang.

Mau curhat di media sosial? Tentu bisa tapi ingat tidak semua orang di medsos itu benar-benar teman Anda, awas ada cepu jadi kalau sampai salah pasang status berbahaya.

Mendelegasikan Pekerjaan

Terakhir, jika Anda bekerja dalam sebuah tim tidak perlu ragu untuk meminta bantuan mereka, cara tersebut juga secara langsung dapat meningkatkan komunikasi antar tim. Daripada Anda harus bekerja sendiri lebih baik delegasikan pekerjaan cara ini di jamin ampuh untuk mengurangi beban kerja, selamat tinggal burnout.

Sekian pembahasan mengenai apa itu burnout hingga bagaimana cara mengatasinya, semoga bermanfaat. Jangan suka membully diri sendiri ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *