Gaya Hidup Hedonisme : Ketahuilah Penyebab dan Ciri-Cirinya!

gaya hidup hedonisme

Gaya hidup hedonisme hanya berfokus pada kesenangan sesaat untuk menghindari rasa sakit, jika gaya hidup tersebut sampai saat ini masih lakukan maka dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Anda akan selalu merasa kesulitan dalam hal keuangan dan hubungan terhadap sesama.

Baca Juga : Keuangan Keluarga yang Sehat, Bagaimana Cara Mengelolanya?

Artikel kali ini akan membahas mengenai gaya hidup hedonisme secara lengkap, simak sampai akhir ya!

Apa Itu Gaya Hidup Hedonisme?

Hedonisme adalah gaya hidup yang menempatkan kebahagiaan dan kenikmatan sebagai tujuan utama dalam hidup. Hedonisme dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Mulai dari pilihan makanan, aktivitas fisik, hobi, atau relasi sosial.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hedonisme adalah filsafat atau pandangan yang menganggap kebahagiaan atau kesenangan sebagai tujuan hidup utama.

Sedangkan menurut Benthem (dalam Faqih 2003), gaya hidup hedonis adalah suatu dorongan individu untuk berperilaku dengan memegang prinsip kesenangan.

Tidak hanya sampai di situ. Collins gem pun turut mengemukakan pendapat, menurutnya hedonisme merupakan suatu idelogi atau paham yang di anut seseorang yang hanya menari kesenangan hidup saja.

Bagaimana apakah Anda setuju dengan seluruh pernyataan di atas? Oke mari kita lanjut ke pembahasan mengenai penyebab-penyebabnya.

Penyebab Terjadinya Hedonisme

  1. Memiliki kenyakinan bahwa kesenangan dan kenikmatan adalah tujuan utama dalam hidup.
  2. Memiliki pemikiran bahwa kebahagiaan dapat dicapai melalui pemenuhan kebutuhan fisik dan emosional.
  3. Minimnya kontrol diri atau kesadaran tentang dampak dari tindakan yang dilakukan dalam mengejar kesenangan.
  4. Pemikiran yang berpusat pada diri sendiri dan kurangnya empati terhadap orang lain.
  5. Gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, atau adiksi yang menyebabkan individu mengejar kesenangan sebagai cara untuk meredakan perasaan negatif.
  6. Dampak dari media massa yang mempromosikan gaya hidup hedonis.

Jenis-Jenis Hedonisme

Ada beberapa jenis hedonisme, diantaranya:

  1. Hedonisme Psikologis atau psikoanalisa: merupakan teori yang menyatakan bahwa tujuan dari kehidupan adalah mencari kesenangan dan menghindari penderitaan.
  2. Hedonisme Etis: merupakan teori yang menyatakan bahwa moralitas ditentukan oleh apa yang menyebabkan kesenangan dan penderitaan.
  3. Hedonisme Epikureanisme: merupakan filosofi yang mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah mencapai kesenangan yang stabil dan terus-menerus.
  4. Hedonisme Cyrenaisme: merupakan filosofi yang mengajarkan bahwa kesenangan yang sebenarnya adalah kesenangan fisik yang sesaat dan tidak stabil.
  5. Hedonisme Quantitatif: menganggap kesenangan ditentukan oleh seberapa banyak memperolehnya, bukan mengutamakan kualitas kesenangan itu sendiri.
  6. Hedonisme Kualitatif: menganggap kesenangan ditentukan oleh kualitas kesenangan yang diperoleh, bukan jumlah kesenangan itu sendiri.
  7. Hedonisme Egoistis: menganggap bahwa kesenangan hanya untuk diri sendiri tanpa peduli pada orang lain
  8. Hedonisme Altruistis: menganggap bahwa kesenangan yang diinginkan harus dicapai bersama orang lain dan tidak merugikan orang lain.
  9. Hedonisme Proximitas: menganggap bahwa kesenangan yang diinginkan harus diperoleh segera atau dalam jangka waktu dekat.

Itu adalah beberapa jenis hedonisme yang dikenal, tetapi mungkin masih ada jenis lain yang digunakan dalam konteks tertentu. Mungkin Anda mau menambahkan?

Ciri-Ciri Hedonisme

Terdapat beberapa ciri-ciri hedonisme yang patut Anda waspadai, seperti :

  1. Mencari kesenangan dan kepuasan sesaat ketika melalukan aktivitas harian seperti makan, minum, belanja, atau seks.
  2. Menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mencari kesenangan sendiri.
  3. Menjadi impulsif dalam pengambilan keputusan, terutama jika itu menyangkut kesenangan
  4. Menghindari tanggung jawab dan komitmen jangka panjang.
  5. Menjadi konsumtif dan mengabaikan kebutuhan finansial jangka panjang.
  6. Menjadi kritis terhadap orang lain yang tidak sependapat dengan gaya hidup hedonisme mereka.
  7. Menjadi tidak stabil dalam hubungan interpersonal karena terfokus pada kepuasan diri sendiri.
  8. Mengabaikan kesehatan fisik dan mental karena terlalu mengejar kesenangan sementara.

Dampak Negatif Hedonisme

Jika Anda masih merasa kesulitan dalam mengatasi hedonisme, di bawah ini terdapat 10 dampak negatif yang akan Anda terima jika masih mempertahankan gaya hidup tersebut :

  1. Stres dan depresi meningkat
  2. Kecanduan nikotin, alcohol, dan obat-obatan terlarang
  3. Menjadi lebih konsumtif dari biasanya
  4. Meningkatnya kesenjangan sosial dan ekonomi
  5. Menurunnya rasa empati terhadap orang lain
  6. Meningkatnya angka kriminalitas dan tindak kekerasan lainnya
  7. Kebahagiaan yang dimiliki tidak stabil karena hanya berfokus pada kesenangan hari ini saja
  8. Menurunnya kualitas hubungan interpersonal dan sosial
  9. Meningkatnya masalah kesehatan, salah satunya obesitas
  10. Menurunnya tingkat kualitas hidup

Sangat merugikan bukan? Anda yakin mau terus mempertahankannya?

Contoh-Contoh Perilaku Hedonisme Dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Orang yang mengejar kesenangan dalam hal makanan, sehingga tidak memperhatikan asupan nutrisi yang sehat dan menyebabkan obesitas.
  2. Orang yang terus-menerus mengejar kesenangan dalam hal belanja, meskipun keuangan pribadi tidak stabil dan menyebabkan masalah keuangan.
  3. Orang yang mengejar kesenangan dalam hal seks, meskipun tidak memperhatikan risiko kesehatan, hamil di luar nikah sdan dampak emosional dari hubungan yang tidak stabil.
  4. Orang yang terus-menerus mengejar kesenangan dalam hal hiburan, seperti bermain video game atau menonton televisi berlebihan hingga mengabaikan tanggung jawab lainnya.
  5. Orang yang gemar sekali berjudi online, meskipun tahu bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kerugian materi dan bisa menimbulkan masalah lainnya.
  6. Orang yang senang meminum minuman alkohol secara berlebihan, meskipun tahu bahwa hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan dan masalah sosial (membuat kerusuhan).
  7. Orang yang senang sekali merokok sehari mungkin bisa 2 bungkus, meskipun tahu bahwa hal tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyakit komplikasi lainnya.
  8. Orang yang gemar sekali travelling mungkin dalam sebulan bisa 2-3 kali, kalau sesuai budget mungkin tidak masalah tapi kalau Anda gemar memaksakan diri untuk pergi ke tempat yang biayanya cukup mahal hal itulah yang menjadi masalah.
  9. Orang yang gemar mengoleksi barang mewah nan mahal seperti mobil mewah, mainan, jam tangan dan mobil antik tanpa memperdulikan keuangan pribadi atau keluarga.

Tips Mengatasi Gaya Hidup Hedonisme

Berikut ini adalah beberapa tips mengatasi gaya hidup hedonisme yang tentunya tidak hanya untuk dibaca saja melainkan harus Anda praktekkan segera.

  1. Membuat tujuan jangka panjang : Fokus pada tujuan jangka panjang dalam hidup seperti karir, keluarga, kesehatan, dan kebahagiaan dibandingkan hanya mengejar kesenangan semata.
  2. Buat batasan diri : Buatlah batasan untuk diri sendiri dari tindakan yang merugikan diri Anda atau orang lain.
  3. Cari aktivitas yang bermanfaat: cari aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat seperti olahraga, seni, atau komunitas yang mengalihkan perhatian dari keinginan untuk terus mengejar kesenangan sesaat.
  4. Belajar untuk mengendalikan nafsu: Melatih diri untuk tidak cepat terpengaruh hawa nafsu dan belajar mengendalikan diri untuk melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri.
  5. Dukungan sosial: Dapatkan dukungan dari teman dan keluarga yang dapat membantu Anda mengatasi permasalahan hedonisme ini.
  6. Bantuan profesional: Jika diperlukan, carilah bantuan profesional seperti konselor, psikolog atau terapis untuk mengatasi perilaku konsumtif dan hedonisme.

Sekian informasi kali ini dan semoga bermanfaat untuk Anda dan orang-orang sekitar! Sampai bertemu di artikel berikutya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *