Simpanan Berjangka : Definisi, Ketentuan Umum, Jenis, Kelebihan

simpanan berjangka

Simpanan Berjangka. Keuangan stabil merupakan impian semua orang tanpa hari mengkhawatirkan hari esok. Namun sayangnya, tak banyak orang benar-benar mempunyai tujuan keuangan, mereka hanya sekedar ingin saja.

Merubah kebiasaan apalagi perihal uang bukanlah perkara mudah, butuh konsistensi serta niat kuat agar segala tujuan keuangan tercapai.

Biasanya salah satu faktor keuangan terganggu itu dikarenakan “self reward” yang terlalu berlebihan. Kadang walaupun nominalnya terbilang kecil kalau ditotal-total lumayan juga dan ini tanpa kalian sadari sering kamu lakukan.

Hayo ngaku~

Tapi tenang jangan cemas untungnya, sekarang ada berbagai layanan keuangan yang siap membantu nasabah untuk merencanakan keuangan dengan risiko kecil. Kamu pasti pernah dengar atau baca mengenai simpanan berjangka.

Baca Juga : Tipe Kepribadian Susah Menabung, Kamu Termasuk yang Mana?

Sebelum Kamu memutuskan untuk mengambil produk investasi simpanan berjangka pelajari dan pahamilah terlebih dahulu agar budget investasimu tidak terbuang sia-sia. Bukannya uang yang bekerja untukmu ini malah merugi.

Kurangi ekspetasimu untuk kayak cepat karena pada dasarnya investasi itu bukan untuk membuatmu kaya raya melainkan menyelamatkanmu di masa depan dari inflasi dan lain-lain.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus kemudian meluas dalam kurun waktu tertentu.

Seperti sekarang ini sedang kita rasakan dampak dari inflasi dan resesi dari negara Amerika Serikat hingga mereka akhirnya menaikkan suku bunga, begitupun dengan BI akan menaikkan suku bunga acuan. Untuk penjelasan lebih lanjut yuk mari kita simak bersama-sama sampai selesai.

Apa itu Simpanan Berjangka (Deposito)?

Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU 7 tahun 1992 mengenai perbankan yang dimaksud dengan simpanan berjangka (deposito) adalah simpanan dengan sistem penarikan hanya dapat dilakukan di waktu tertentu (bulanan hingga tahunan) berdasarkan perjanjian perjanjian antara penyimpanan dengan Bank bersangkutan.

Semakin besar dana yang disimpan serta lamanya jangka waktu yang dipilih oleh nasabah tentu bunga/rate/imbalan untuk nasabah akan besar pula dan itu tentu menguntungkan kelak.

Kalau saat ini Kamu menganggap bahwa tabunganmu memberikan keuntungan sebaiknya pikirkan 2x kembali, Jangan lupa setiap bulan ada potongan admin sekitar Rp. 15 ribu (tiap bank berbeda).

Nah maka dari itu deposito sangat cocok untuk kamu yang baru pertama kali ingin berinvestasi karena produk ini minim resiko namun sisi lain pajak dari produk deposito cukup besar sekitar 20% (akan dibahas nanti pada pembahasan kelebihan dan kekurangan).

Kemudian ada pula pendapat mengenai deposito syariah, Dewan Syariah Nasional MUI telah mengeluarkan fatwa deposito yang dibenarkan adalah deposito mudharabah.

Deposito mudharabah adalah jenis investasi melalui simpanan pihak ketiga (perseorangan atau badan hukum) dengan sistem penarikannya bisa dilakukan kalau sudah jatuh tempo imbalannya pun buka bunga melainkan bagi hasil.

Maksudnya dari imbalan disini lebih kepada berbagi pendapatan atas penggunaan dana deposito secara syariat (porsi bagi hasil 60% : 40%). Lebih jelasnya, keuntungan yang didapatkan oleh pengelola uang tersebut akan dibagi untuk shahibul mal (deposan) 60% dan mudharib (BMT) 40%. Simpanan (deposito) jenis sama sekali tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Jangan sesekali ikut-ikutan dengan teman A mengambil produk investasi X Kamu pasti ikut, teman B mengambil produk investasi Z kamu ikut juga alhasil keuntungan yang didapatkan tidak maksimal sama sekali.

Kesalahan fatal lainnya karena kamu pun kurang paham mengenai produk-produk tersebut, sekalinya minus Kamu terburu-buru mencairkan atau menjualnya (biasanya saham).

Ketentuan Umum Simpanan Berjangka (Deposito)

  1. Penarikan dana bisa dilakukan dalam kurun waktu tertentu (bulanan atau tahunan) sesuai kesepakatan awal yang diambil nasabah.Misalnya, Kamu memilih jangka waktu deposito selama 3 bulan maka dana tersebut dapat diambil atau dicairkan setelah 3 bulan, bukan sebelumnya karena dapat mengakibatkan denda (setiap bank memiliki ketentuan masing-masing).
  1. Jangka waktu deposito bervariasi, yaitu : 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan hingga 24 bulan (setiap bank memiliki ketentuan masing-masing).
  2. Deposito tersebut diterbitkan atas nama (perorangan atau badan hukum), bukti kepemilikannya berupa bilyet giro yang diberikan oleh lembaga keuangan kepada pemegang rekening.
  3. Pemilik rekening (namanya tertera di bilyet giro) yang berhak untuk mencairkan atau menarik dana.
  4. Produk investasi ini tidak bisa diperjualbelikan atau dipindahtangankan
  5. Ketika nasabah ingin mendaftar/membuka deposito baik secara offline atau online, nasabah akan diberikan 2 pilihan ARO atau non-ARO. ARO : Jatuh tempo deposito bisa diperpanjang secara otomatis oleh bank tanpa adanya konfirmasi oleh pihak Bank kepada pemegang bilyet deposito.Non-ARO : Jatuh temponya tidak diperpanjang otomatis dan saat dana cair otomatis langsung masuk ke rekeningmu.
  1. Sistem bagi hasil hanya diterapkan oleh lembaga keuangan syariah (deposito mudharabah), sistem bagi hasil itu sendiri merupakan imbalan yang besarnya ditentukan saat nasabah membuka rekening deposito berdasarkan nisbah yang telah disepakati.
  2. Nasabah dapat menerima bagi hasil baik secara tunai, dipindahbukukan ke rekening lain (milik pribadi) atau disimpan terlebih dahulu.
  3. Nasabah bisa dikenakan denda apabila mencairkan uang deposito sebelum jatuh tempo. Nasabah sudah mengetahui tentang ketentuan pinalti ini ketika membuka rekening deposito.

Jenis-Jenis

Berikut adalah jenis-jenis simpanan berjangka, antara lain :

Deposito Berjangka. Produk ini menjadi favorit para deposan dan paling sering diajukan karena tenor atau jangka waktu yang disediakan bervariasi tinggal deposan memilih sesuai kebutuhan.

Berapa lama jangka watu tersebut? Mulai dari 1, 3, 6, 12, 24 bulan (tergantung dari pihak bank). Untuk kamu yang memiliki kesulitan untuk menabung atau investasi produk deposito berjangka sangat cocok untuk melatih kedisiplinan seseorang dalam mengatur keuangan.

Sertifikat Deposito. Jenis kedua tidak mengacu pada nama seseorang lembaga tertentu sebab sertifikat tersebut nanti bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan pada pihak lain. Tenor atau jangka waktu yang disediakan 3, 6 dan 12 bulan (disertai sertifikat).

Deposito on Call. Jenis ketiga adalah tabungan yang waktunya relatif singkat (minimal waktu 1 minggu atau 1 bulan). Biasanya deposito on call diterbitkan dalam jumlah cukup besar, mengenai pencairan bunganya dapat dilakukan saat pencairan deposito (sebelumnya nasabah sudah menginfokan kepada pihak terkait kalau tabungan akan diambil).

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan

  1. Tingkat suku bunga cukup tinggi dan bisa melawan inflasi (tenor berpengaruh)
  2. Cocok untuk pemula yang baru terjun di dunia investasi
  3. Resiko kerugian kecil
  4. Dana simpanan dijamin aman (dijamin LPS)
  5. Kemudahan mengakses bunga
  6. Menambah modal usaha bank dalam dunia perkreditan (jika dilihat dari sisi perbankan)
  7. Masyarakat memperoleh tambahan modal usaha atau dana darurat. Caranya? Dengan mengajukan pinjaman dana tunai (jika dilihat dari sisi masyarakat atau debitur)

Kekurangan

  1. Potongan pajak tinggi sekitar 20%
  2. Imbal hasil tidak terlalu besar seperti investasi saham

Sekian ulasan tentang simpanan berjangka (deposito) semoga bermanfaat untuk para pembaca, ingat untuk menjadi investor siapkan mental tangguh dan harus siap konsisten belajar kapan saja.

Karena sistem deposito ini berjangka tentu sangat tidak tepat bila digunakan ketika Kamu sedang terdesak butuh dana darurat atau tambahan kalau dicairkan sebelum waktunya akan dikenakan denda cukup besar.

Maka dari itu apabila posisi Kamu sekarang benar-benar sedang perlu dana silahkan hubungi customer service autogadai.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *